Peran Keluarga dalam Menangkal Bahaya Narkoba

0
228
Miswanto

Oleh: Miswanto
Dosen Sosiologi STISIPOL Raja Haji

Apa yang terpikir oleh kita semua ketika mendengar istilah narkoba, yang merupakan singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan bahan adiktif lainnya) sudah pasti yang teringat dalam pikiran kita semua adalah, suatu obat yang berbahaya bagi setiap orang yang mengkonsumsi barang terlarang tersebut. Tentu masih segar dalam ingataan kita semua terkait dengan penggagalan peredaran narkoba di wilayah maritim Kepulauan Riau beberapa waktu yang lalu, seakan-akan Indonesia sedang diterjang “tsunami” barang haram tersebut. Seperti sudah ter-setting sedemikian rupa, sehingga dengan mulusnya barang haram tersebut masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Kita semua tahu, bahwa Kepulauan Riau yang di kenal dengan daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa Negara di antaranya, Malaysia, singapura, dan Vietnam. Dan sekaligus menjadi jalur maritimInternasional, satu sisi Indonesia masih lemah dalam pengawasan di daerah perbatasan, sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyeludupan narkoba akan terjadi. Tidak hanya di Indonesia saja, di negara-negara lain juga penyeludupan narkoba melalui jalur maritim paling sering terjadi, karena merupakan jalur yang amana bagi “mafia” melakukan penyeludupan narkoba. Apapun itu semua, kita perlu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang sudah menggagalkan barang haram tersebut dan sudah tentu menyelamatkan generasai kita yang berada di wilayah perbatasan dari narkoba.

Maka untuk itu, dibutuhkan peran remaja dan pemuda harus turut andil dalam memerangi peredaran narkoba. Jangan sesekali untuk mencoba barang haram tersebut, karena akan merusak diri, keluarga dan bahkan tatanan kehidupan sosial masyarakat akaibat dari kecanduan. Katakan tidak pada narkoba dan masa depan adalah tujuanku yang lebih baik. Remaja dan pemuda harus menjadi gerda terdepan untuk memerangi narkoba, harus turut andil dalam pencegahan narkoba yang begitu luar biasa beredarnya, bahkan sangat “mudah” untuk mendapatkan narkoba dengan berbagai jenisya. Kita semua berkewajiban untuk memberikan pendidikan kepada generasi negeri ini agar tidak menjadi negerasi “sakau”. Tentu kita semua menginginkan generasi yang bebas dari nerkoba, inilah yang saya sebut sebagai generasi tanpa narkoba.

Pendidikan pada remaja dan pemuda tidak hanya kita serahkan begitu saja ke pendidikan formal dengan perangkat software-nya yang sudah disediakan oleh negara. Tetapi, keluarga juga seharusnya dan memang sepantasnya menjadi wahana pendidikan bagi remaja, dimana semuanya terhimpun dalam suatu ikatan yang kita kenal sebagai keluarga. Ayah dan Ibu harus memberi pengetahuantentang bahaya narkoba. Dalam keluarga tentu kita sebagai orang tua tidak menginginkan anak-anak sebagai pecandu atau pengedar narkoba, maka untuk itu berikanlah haknya kepada anak-anak dengan pengetahuan, berikan hak kepada para remaja yang pantas mereka dapatkan. Pendidikan formal merupakan hak yang harus terpenuhi bagi para remaja, untuk itu, keluarga juga seharusnya memainkan peran dan fungsinya yang bertalian anatara yang satu dengan yang lainnnya, agar tercipta keseimbangan dalam keluarga, adapun fungsi yang harus di jalankan dalam keluarga adalah:

1. Fungsi Reproduksi
Tentu kita sangat paham dengan fungsi yang pertama ini, merupakan lembaga yang terbentuk dari hasil perkawinan atau pernikahan.yang membentuk keluarga merupakan upaya setiap manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, jika tidak ada manusia yang melangsungkan pernikahan, maka kelangsungaan hidup manusia akan punah. penting bagi manusia untuk membentuk sebuah keluaga sebagai upaya dalam memperoleh keturunan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Sehingga anak-anak yang lahir dari proses hubungan ini yang di sebut sebagai anak yang sah. Sangat mengerikan rasanya ketika melihat hubungan yang tidak sah, maka akan menghasilkan anak yang tidak sah juga tentuya. Hubungan yang tidak sah bisa saja terjadi akibat dari pergaulan bebas akibat dari out of control yang tidak terkendali. Apabila menginginkan keturunan, hendaknya sepasanga laki-laki dan perempuan diikat dalam satu ikatan yang kita kenal sebagai ikatan perkawinan. Sangat disayangkan apabila seorang anak dilahirkan tanpa seorang ayah yang sah. Tentunya, dalam fungsi reproduksi ini, semua orang menginginkan hasil yang baik dari ikatan yang baik pula tentunya.

2. Fungsi Sosialisasi
Dalam fungsi kedua ini yang merupakan tempat dimana proses sosialisasi seorang anak dalam keluarga atau yang kita kenal dengan sosioliasi primer. Di sinilah anak-anak pertama kali bersosialiasi dengan anggota keluarga yang lain. Tempat di mana keluarga yang mengajarkan semua hal yang baik sifatnya, untuk keberlangsungan hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup sendirian, begitu juga pada anak-anak yang terus tumbuh dan berkembanng dengan mengikuti orang yang ada di sekitar mereka, apa yang di lihat maka itulah yang di imitasinya. Maka lakukan sebaik mungkin hubungan antara anak dalam keluarga, sosialisasikan dengan baik juga pastinya nilai dan norma yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Pertumbuhan anak akan di ikuti oleh kondisi lingkungannya, ketika kondisi lingkungan keluarga baik makan anak menjadi baik pula, karena lingkungan keluarga lah yang akan membentuknya.

3. Fungsi Pendidikan
Pada fungsi ini, hak anak dalam keluarga harus terpenuhi semaksimal mungkin, salah satu pendidikan yang harus didapatkan seorang anak dalam keluarganya adalah pembentukan keperibadian. Salah satu bentuk pendidikan yang harus ada dalam diri anak adalah menanamkan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, merupakan hal yang sangat penting yang akan di jadikan modal dalam proses sosialisasi selanjutnya di luar lingkungan keluarganya, selain itu juga, pendidikan informal juga tidak kalah pentingnya.

4. Fungsi afeksi
Keluarga adalah tempat anak-anak bernaung yang membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Karena, selayaknya orang tua memberikan rasa aman, rasa kasih sayang dan rasa cinta kepada anak. Namun, jika kasih sayang tidak di dapat seorang anak dalam keluarga, maka sudah pasti proses sosialisasi dalam keluarga tidak sempurna, ada yang hilang. Maka, ketika terjadi kehilangan salah satu fungsi dalam keluarga akan terjadi ketimpangan juga tentunya dalam keluarga. Apabila perkara ini terus berlangsung dan di biarkan maka akan terjadi penyimpangan sosial, gangguan bahkan frustasi yang sangat mendalam pada anak, karena anak merasa di abaikan oleh orang tua.

5. Fungsi Control Sosial
Keluarga memiliki kewajiban untuk melakukan kontrol terhadap perilaku-perilaku anggota keluarganya. Artinya keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi anggota keluarganya dari tingkah laku yang di tampilkan dengan segala perilakunya. Supaya tidak melanggar norma dan nilai yang ada di tengah-tengah masyarakat, jika terjadi pelanggaran norma dan nilai yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga, maka sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab keluarga untuk mengingkatkan dan mengarahkan/memberi nasehat agar tidak mengulangi melakukan kesalahan yang sama dan untuk mematuhi kembali norma dan nilai yang berkalu di masyarakat.

6. Fungsi Proteksi
Keluarga harus memberikan perlindungan yang senyaman mungkin kepada setiap anggota keluarganya, proteksi yang saya maksud di sini adalah dalam hal proteksi secara fisik maupun secara fsikologi dan juga tentunya secara sosial. Dengan adanya suasana saling melindungi. Semua anggota keluarga akan merasa tenang, aman dan damai, karena mereka semua merasa terlindungi. Tidak ada tindakan diskriminasi, kekerasan, pemaksaan kehendak, yang membuat anggota keluarga merasa terancam dan tidak aman.

7. Fungsi Agama
Yang saya dimaksud dengan fungsi agama adalah tempat dimana penanaman nilai-nilai keagamaan dalam keluarga terhadap anggota-anggotanya, dan sekaligus pemberian identitas agama pada setiap anak yang lahir. Sangat penting penanaman nilai-nilai agama dalam setiap anggota keluarga, harus diajarkan dan dipraktikkan di dalam kehidupan dalam keluarga. dengan demikian semua anggota keluarga bisa mendapatkan pondasi yang sangat kokoh berupa kehidupan beragama yang didapatkan sejak dari dalam lingkunngan keluarga.

Semua fungsi dalam keluarga harus berjalan dengan baik, jika fungsi dalam keluarga tidak berjalan sebagimana mestinya, maka akan menyebabkan ketidak utuhan dalam keluarga atau yang sering kita kenal dengan istilah broken home (keluarga yang kehilangan fungsnya). Karena ada fungsi dalam keluarga yang tidak jalan atau tidak di jalankan. Yang muncul adalah hilangnya rasa kasih sayang, kekerasan sikap serta hilangnya identitas pada anak-anak. Jadikan keluarga sebagai wahana pendidikan yang nyaman bagi penghuninya. mulailah untuk: mendiagnosisi” apa yang seharusnya dilakukan oraang tua terhadap anak-anaknya untuk menjadikan remaja sebagai generasi yang cerdas, memiliki intlektual yang baik, menjadi generasi memberi solusi bukan menjadi generasi tanpa arah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here