Peran Pemuda Bagi Negara

0
98
Billy Jenawi

Oleh: Billy Jenawi
Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Pemuda, satu kata yang selalu kita dengar dalam kehidupan sehari-hari maupun berorganisasi. Tapi kata ini akan selalu didengungkan lebih sering di bulan Oktober karena bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928. Dalam sejarahnya, pemuda memiliki peran penting dalam pergerakan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Untuk menghargai jasa-jasa pemuda pada masa itu, Pemerintah telah mendirikan Museum Sumpah Pemuda di Jakarta.
Peristiwa sumpah pemuda dimulai dengan berkumpulnya organisasi-organisasi

pemuda yang ada pada masa itu antara lain PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia); Jong Java; Jong Ambon; Jong Batak; Jong Sumatranen Bond; Jong Islamieten Bond; Sekar Rukun; Pemuda Kaum Betawi dan Jong Celebes. Pada pertemuan ini menghasilkan satu keputusan yang kemudian kita kenal dengan sebutan sumpah pemuda. Hingga hari ini menjadi salah satu bukti sejarah dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Adapun bunyi dari sumpah pemuda adalah Pertama: Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; Kedua: Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; Ketiga: Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Isi dari sumpah pemuda ini menunjukkan keseriusan para pemuda pada saat itu untuk merealisasikan cita-cita akan adanya “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”.

Peristiwa Rengasdengklok, menjadi salah satu bukti sejarah lainnya bahwa pemuda Indonesia juga memiliki peran dalam kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 16 Agustus 1945 para pemuda yang dimotori oleh Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana melakukan “pengamanan” terhadap Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Mereka mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sementara tokoh-tokoh senior menginginkan proses kemerdekaan Republik Indonesia melalui PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Jika bukan karena peran pemuda mendesak tokoh proklamator mengumumkan kemerdekaan mungkin belum tentu kita merdeka di tanggal 17 Agustus 1945.

Dimata Presiden Pertama Republik Indonesia, pemuda memiliki arti penting. Untuk menghargai betapa pentingnya peran pemuda, keluarlah kalimat dari Ir. Soekarno yakni “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Kalimat ini yang selalu digelorakan untuk membangkitkan semangat pemuda.

Segmen pemuda menjadi salah satu prioritas bagi pemerintah. Dalam pemerintahan, tanggungjawab urusan kepemudaan diberikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga. Untuk memaksimalkan peran pemuda dalam kehidupan berbagsa dan bernegara, Pemerintah juga telah mengeluarkan berbagai peraturan yakni, Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan; Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 0059 Tahun 2013 tentang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda; Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 0945 Tahun 2015 tentang Fungsi dan Tugas Pelaksana Lembaga Permodalan Kewirausahaan dan berbagai peraturan lainnya yang berkaitan dengan pemuda dan kepemudaan.

Urusan pemuda tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat, tetapi juga menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia No. 31 Tahun 2016 tentang Hasil Pemetaan Urusan Pemerintah Daerah di Bidang Kepemudaan dan Keolahragaan.

Tetapi sayangnya, masih banyak orang yang belum percaya pada kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh pemuda. Banyak organisasi kepemudaan yang diketuai dan diisi secara struktural oleh orang-orang yang tidak lagi dapat dikategorikan sebagai pemuda. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pasal 1 menjelaskan bahwa: “Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun”.

Sayangnya, masih ada organisasi kepemudaan dipimpin dan lebih banyak diisi oleh orang yang usianya lebih dari 30 tahun. Pada konteks ini kita melihat bahwa kita belum bisa memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk memimpin sebuah organisasi, sehingga mereka tidak akan mampu mengembangkan kemampuan terbaik mereka. Akibatnya potensi yang mereka miliki tidak dapat ditampilkan untuk dapat dimanfaatkan dalam proses pembangunan. Jika memimpin sebuah organisasi saja pemuda tidak kita beri kesempatan, maka jangan berharap pemuda Indonesia dapat menjadi pemimpin pada tingkat yang lebih tinggi. Slogan “masa depan bangsa ditangan generasi muda” juga harus kita lupakan.

Di era milenial saat ini, genearsi muda Indonesia sudah berani bersaing. Ini menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dari pemuda untuk berkompetisi. Salah satu bentuk kompetisinya adalah dalam dunia politik. Banyak kaum muda yang ikut bertarung dalam pemilihan anggota legislatif baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi bahkan hingga tingkat DPR RI.

Selain mendaftarkan diri dalam pemilhan legislatif 2019, generasi muda juga memiliki andil dalam Pemilihan Umum 2019 sebagai pemilih. Pada pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019 total pemuda yang masuk dalam kategori usia 17-30 tahun berjumlah 30% dari total pemilih yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum.

Jumlah yang cukup banyak ini tentu menjadi target bagi partai politik, calon legislatif maupun calon presiden dan wakil presiden untuk mendapatkan suara mereka dalam pemilu nanti. Jumlah 30% ini tentu memiliki posisi tawar yang baik bagi pemuda untuk terlibat dalam penentuan nasib bangsa kedepannya, tetapi jangan sampai hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk memuluskan syahwat politik mereka. Untuk dapat menghindari terjadinya hal itu, tentu kita membutuhkan generasi muda yang cerdas.

Selamat hari sumpah pemuda, jayalah selalu pemuda Indonesia. Masa depan Indonesia ada di tangan anda. Jadilah pemuda Indonesia yang cerdas dan pemuda yang berkualitas. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here