Peran Pers dalam Mimpi Besar Visi Indonesia 2020

0
162
Immanuel Patar Mangaraja Aruan

Oleh: Immanuel Patar Mangaraja Aruan
Mahasiswa FISIP, UMRAH Tanjungpinang. Pimpinan Redaksi PERSMA Kreatif

Indonesia telah memiliki lembar sejarah terkait dengan mimpi-mimpi besar. Namun pada tataran realitasnya konsep indah tersebut gagal terlaksana dan malahan membawa Indonesia ke dalam belitan krisis.

Belajar dari sejarah masa lampau, tentu kita tidak ingin terjadi déjà vu yang seolah menjadi kutukan bagi negeri ini. Mimpi dan harapan yang ada menjadi sia-sia dan jargon kosong.

Mimpi dan harapan harus terwujud dalam kerja-kerja keseharian membangun rumah besar indonesia. Ketika telah mencanangkan tekad visi indonesia tahun 2020 maka harus konsisten dalam jalur yang dipilih. Harus sejalan antara perkataan dan perbuatan, tidak terjadi pecah kongsi antara perkataan dan perbuatan.

Visi Indonesia tahun 2020 sendiri bukanlah konsep cek kosong dimana pemimpin negara dapat dengan leluasa untuk menafsirkan dan melaksanakan visi tersebut. Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat indonesia yang religious, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.

Visi Indonesia 2020 sendiri pada beberapa bagian telah dapat tercapai. Hal tersebut merupakan sinyal positif, seraut optimisme dan harus terus dikembangkan untuk mencapai visi yang diharapkan.

Sinyal positifnya diantaranya ialah dengan kehidupan demokrasi yang semakin baik. Sekarang aspek-aspek demokrasi semakin dapat terlihat dalam praktik kehidupan sosial politik. Ada kebebasan berbicara, berpendapat, berorganisasi, transparansi, publik dapat mengawasi dan berpartisasipasi, dan sebagainya.

Indonesia memang memiliki sejumlah pengalaman pahit dengan konsep pembangunan. Dahulu Soeharto memiliki konsep demokrasi terpimpin, namun muaranya ialah kegagalan dan bentuk dictator politik.

Soeharto dengan frase tinggal landasnya, namun justru Indonesia terpukul krisis ekonomi dan menyebabkan krisis multi dimensi. Visi Indonesia tahun 2020 merupakan karya anak bangsa yang terlahir secara konstitusional dan dibidani oleh para wakil rakyat.

Visi Indonesia tahun 2020 bukan sekadar mimpi dan imajinasi para pemimpin besar. Mimpi dan imajinasi pemimpin besar dapat membawa pada kerunyaman dan kehancuran, manakala proses pencapaiannya tidak mengindahkan hukum natural.

Inkonsistensi lainnya dalam mewujudkan mimpi besar visi Indonesia di tahun 2020 dapat dilihat dalam kehidupan pers. Pers sendiri semenjak adanya UU No.40 Tahun 1999 mengalami kebebasan setelah mengalami keterpasungan dan radar sensor yang ketat.

Pada perkembangannya pers di Indonesia mengalami komersialisasi pers. Pers yang diharapkan menjadi pilar demokrasi yang keempat, justru terjebak dalam arus capital dan tidak konstuktif dalam membangun bangsa.

Pers sebenarnya sangat menentukan dalam memelihara demokrasi dan terealisasinya mimpi besar Indonesia di tahun 2020. Pers dan media massa dapat dijadikan andalan untuk membela kepentingan publik tatkala eksekutif, legislatif dan yudikatif tidak lagi saling melakukan check and balances.

Namun fungsi ideal tersebut pada realitasnya dapat dipertanyakan bahwasanya media massa pada dasarnya menyuarakan kepentingan korporasi besar atau pemilik modal, sehingga isi pokok media massa sejatinya adalah propaganda untuk melindungi kepentingan korporasi.

Kehidupan pers menjadi profit oriented, dimana sebagian besar warna kepentingan uang lebih dominan dibandingkan dengan idealisme perjuangan. Pers lebih risau terhadap kepentingan pemasang iklan dibandingkan dengan pemberitaan hal yang semestinya diinformasikan kepada publik. Tangan penguasa iklan lebih berdaya dibandingkan kepentingan publik.

Pers sudah seharusnya tidak menimbulkan persepsi di publik tentang segala macam keburukan. Persepsi dan informasi yang terus menerus ini dapat membuat masyarakat luas kehilangan optimisme dan bahkan dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pilihan jalan demokrasi.

Pers sudah seharus-nya memberikan suluh dan turut mengembangkan optimisme untuk membangun Indonesia. Sehingga pers di era sekarang dapat memainkan perannya sesuai dengan fragmen waktu kekinian, diantaranya dengan menggaungkan visi Indonesia 2020, mensosialisasikan 4 pilar.

Dengan demikiran pers dapat omni present dalam pencapaian cita-cita Indonesia ke depannya dan kehadiran pers konstruktif bagi pembangunan bangsa.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here