Perbaikan SWRO Hampir Rampung

0
254
Teknisi sedang memperbaiki komponen SWRO yang rusak. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam Tanjungngpinang atau teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar, waktu dekat mulai menyuplai air bersih ke masyarakat. Biaya operasionalnya telah disediakan tahun ini Rp1 miliar.

Teknisi SWRO dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang, terus melakukan perbaiki komponen yang rusak.

Item yang rusak diantaranya, pipa besi hydropower mengalami korosi dan kebocoran sehingga jika dilakukan distribusi pada tekanan tinggi, pipa tersebut bisa pecah.

Selain itu, kebocoran pipa PVC enam inci pada inlet reservoir produk juga diperbaiki.

Kerusakan pada kabel penghubung PLC ke scada, kebocoran pada Ultrafiltration (UF) Skids, genset mengalami kerusakan serta beberapa lainnya sudah diperbaiki dan masih akan diperbaiki.

Proyek mangkrat ini, meskipun sudah berulang kali disoroti oleh DPRD Provinsi Kepri maupun DPRD Kota Tanjungpinang terkait keberadaan infrastruktur Sea Water Riverse Osmosis Tanjungpinang.

Akan tetapi tetap saja masih belum memberikan kontribusi kepada masyarakat atau mangkrak. Mestinya, SWRO sudah lama difungsikan namun gara-gara tidak ada anggaran operasional, baru tahun ini akan dioperasikan.

Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang Hendri mengatakan dalam beberapa hari ke depan sudah bisa dioperasikan.

Pemko Kota Tanjungpinang juga telah membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mengelola SWRO.

Tahun ini, Pemko menganggarkan Rp1 miliar lebih untuk mengoperasikan SWRO tersebut. ”Sedang diperbaiki oleh teknisi SWWRO. Mudah-mudahan satu atau dua minggu ini bisa dijalankan,” ucapnya.

Ia menuturkan, bahwa SWRO sangat diperlukan bukan hanya di musim kemarau tetapi juga jangka panjang.

Kondisi Tanjungpinang yang dikelilingi laut, membuat warga di beberapa kawasan membutuhkan air bersih dari pengelolaan mengunakan teknologi karena air asin bisa dijadikan air tawar dan hasilnya bisa langsung diminum.

Menurutnya jika hanya mengandalkan air sumur bor apalagi sumur galian pada kondisi tertentu bisa juga kering.

Ia menuturkan ke depan akan efektif memanfaatkan SWRO. Setelah itu, akan membahas tarif atau harga air per kubik.

”Ada biaya dikeluarkan untuk mengoperasikan teknologinya. Mulai dari obat-obatan sampai dengan listrik. Kita perlu tim yang menghitung,” paparnya.

Meski demikian, ia menuturkan bila dalam waktu dekat SWRO bisa dijalankan warga belum dikenakan biaya. Anggaran operasional bisa ditanggung melalui pos darurat. ”Bila seminggu atau dua minggu ini sudah bagus dan warga masih kesulitan air akan dibagikan secara gratis,” paparnya.

Hendri menuturkan beberapa item rusak yang kini masih tahap perbaikan. Ada alat yang tersedia di Tanjungpinang bisa langsung disediakan sedangkan beberapa harus didatangkan dari luar daerah. ”Proses perbaikan, Isnyah Allah segera dioperasionalkan dan nikmati masyarakat,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Tanjungpinang Andi Anhar Chalid minta agar pemerintah memperbanyak pembangunan embung, salah satu cara untuk mengatasi krisis air bersih. (dlp/bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here