Perbup Jam Belajar Mulai Diberlakukan

0
28
PELAJAR di SMAN 1 Singkep Barat saat mendengarkan sosialisasi jam belajar dari Satpol PP Kabupaten Lingga. f-istimewa

Aturan jam belajar bagi pelajar siswa SD, SMP hingga SMA sederajat akan diberlakukan. Sehingga, pelajar dilarang keluar malam saat hari sekolah. Malam hari sekolah yang dimaksud yakni, mulai dari malam Senin hingga Sabtu.

LINGGA – ”Aturan tentang larangan keluar malam bagi para pelajar itu, tertuang dalam Peraturan Bupati No 35 Tahun 2017,” kata Kabid Penegak Perda Satpol PP Kabupaten Lingga, Febrizal Taufik, Rabu (7/11).

Menurut Febrizal Taufik, aturan tentang larangan keluar malam saat jam sekolah sebagaimana yang diatur dalam Perbup Nomor 35 tahun 2017 tentang jam wajib belajar malam bagi pelajar.

Aturan itu mengatur, agar pelajar pada saat jam wajib belajar malam dan tidak berkeliaran kecuali atas seizin orang tua.

”Aturan tersebut juga mengatur tentang larangan, bagi para pelajar berada di tempat-tempat hiburan umum maupun tempat hiburan malam. Pada saat jam wajib belajar malam, terkecuali pada hari libur,” sebutnya.

Dilanjutkannya, Satpol PP akan melakukan pengawasan terkait keberadaan Perda tersebut.

Jika dalam pengawasan terdapat ada pelajar yang melanggar aturan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sanksi yang bisa diterima para pelanggar, jika melanggar aturan akan diamankan dan dilaporkan kepada pihak sekolah secara tertulis.

Kemudian, pihak sekolah wajib menindaklanjuti laporan tersebut berdasarkan angka kredit poin dari tiap sekolah sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan pelajar bersangkutan.

”Kami mengimbau kepada seluruh pelajar agar tidak duduk di tempat gelap dan berpasangan, untuk menghindari pelaku kejahatan yang mengancam dan memeras karena seperti yang kita dengar kejadian beberapa waktu lalu di Dabo Singkep, korbannya pelajar,” imbuhnya.

Selain itu, untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan, dibutuhkan etos kerja dan kedisiplinan tinggi dari tenaga pendidikan disekolah.

Untuk memastikan hal ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga memprogramkan pemantauan kedisiplinan kepala sekolah dan tenaga guru disetiap sekolah.

Tidak tanggung-tanggung, proses prmantauan kinerja kepala sekolah itu langsung dipimpi oleh Kepala Dinas Pendidikan Lingga Junaidi Adjam.

”Kegiatan monitoring untuk memantau tingkat kedisiplinan kepala sekolah dan guru ini, kami lakukan secara berkesinambungan. Monitoring kami lakukan langsung mendatangi sekolah tingkat SD dan SMP yang ada di Lingga,” kata Kadisdik Lingga, Junaidi Adjam, Selasa (6/11).

Junaidi menjelaskan, tidak hanya sekolah yang berada di pusat kota namun untuk sekolah yang berada di wilayah pelosok juga menjadi sasaran.

Bahkan, secara bertahap Disdik akan turut menyisir SD dan SMP yang berada di wilayah pulau.

”Kemarin kami melakukan kunjungan kerja ke SD dan SMP di wilayah Kecamatan Lingga Utara. Terutama, untuk memonitoring proses belajar mengajar dan pembangunan fisik DAK Swakelola,” kata Junaidi. Selain memantau kedisiplinan kepala sekolah dan guru, dalam melakukan monitoring pihak Disdik Lingga juga meminta masukan dari sekolah terkait fasilitas dan sarana yang dimiliki sekolah.

Data yang diperoleh nantinya, akan menjadi masukan bagi Disdik untuk membuat program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

”Monitoring ini kami lakukan secara bertahap. Alhamdulillah, sebagian besar kepala sekolah dan guru cukup disiplin dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Junaidi berharap, kegiatan monitoring tidak menjadi beban bagi kepala sekolah dan guru.

Sebaliknya, kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja para kepala sekolah serta guru baik yang bertugas di wilayah kota maupun pelosok desa di Lingga.

”Peningkatan mutu pendidikan di Negeri Bunda Tanah Melayu ini, tidak bisa lepas dari kedisiplinan kepala sekolah dan guru,” imbuhnya. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here