Percantik Penyengat, Pedagang di Depan Balai Adat Dipindahkan

0
135
Pedagang di depan Balai Adat Penyengat melayani pembeli yang berkunjung ke Penyengat. f-tety/hamasiswa magang

PENYENGAT – Para pedagang kaki lima di depan Balai Adat Penyengat akan dirapikan. Para pedagang akan dipindahkan ke kawasan pusat kuliner Penyengat. Hal ini diungkapkan Ketua RW IV Kelurahan Penyengat, Ersun Muhammad (45), kemarin.

”Letaknya yang berada ditengah lokasi Balai Adat dan pembangunan taman dinilai tidak efektif dan terkesan kurang rapi. Warung tersebut akan dipindahkan di depan bangunan penjualan oleh-oleh khas Pulau Penyengat,” ujarnya.

Sambung dia, sesuai program dari Pemko Tanjungpinang, di depan Balai Adat nanti akan dikosongkan. Kawasan di depan Balai Adat akan ditata agar kelihatan cantik. Tujuanya, agar para turis yang datang ke Balai Adat akan terkesan, selain rapi dan indah.

”Para pedagang tidak mempersoalkan kalau mereka dipindahkan, karena lahan yang ditempati untuk berjualan milik Pemko. Lahan tersebut akan di tata kembali supaya Penyengat semakin cantik,” bebernya.

Sambung dia, selain penertiban para pedagang, ia juga akan menertibkan para tukang becak, yang akan mengantar turis mancanegara dan turis nusantara ke Balai Adat. Selama ini, tukang becak selalu menurunkan wisatawan di depan Balai Adat sehingga jalan disekitar Balai Adat menjadi macet dan berantakan.

Tukang becak nanti diharuskan menurunkan wisatawan di depan pertigaan di dekat pusat kuliner dan pujasera, sehingga para wisatawan akan berjalan kaki dari pusat kuliner ke Balai Adat.

Setelah menurunkan penumpang, para tukang becak langsung memutar ke arah jalan nakhoda tinggal menuju ke masjid, sehingga kemacetan bisa dihindari.

”Untuk lokasi warung sekarang ini, akan dijadikan tempat parkiran becak,” ujarnya.

Sambung dia, para pedagang di depan Balai Adat umumnya sudah siap di pindahkan. Mereka dan pihak kelurahan juga sudah melakukan pertemuan dan sudah membuat perjanjian jika sewaktu-waktu lahan itu akan dipergunakan mereka siap untuk dipindah.

”Kalau pendapat saya setuju saja, kalau pun parkirannya disini tidak apa-apa” ujar Siti (42), salah satu pedagang kali lima di depan Balai Adat.

Untuk rencana penertiban ini sudah diajukan ke Pemko dan telah disetujui. Pelaksanaannya pada tahun depan, menunggu anggaran dari Pemko Tanjungpinang.

Ketua RW V berharap rencana ini akan bisa terlaksana pada tahun depan, agar kawasan disekitar Balai Adat lebih indah dan tertata rapi. (andika, gifri, tety)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here