Perda Bangunan Ciri Khas Melayu Pasti Disahkan

0
96
KETUA DPRD Kepri Jumaga Nadeak (kiri) dan Wakil Gubernur Kepri H Isdianto. f-istimewa/humas dprd kepri

Pemilu Bukan Alasan Malas-Malasan

Pemprov dan pimpinan DPRD Provinsi Kepri optimis, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Bangunan Berciri Khas Melayu disahkan dalam tahun ini menjadi Perda.

DOMPAK – Meskipun terhambat karena adanya pesta demokrasi serta masa jabatan segera berakhir, namun pemerintah optimis disahkan tanpa kendala.

Kepada wartawan, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menyebutkan, bahwa Ranperda Bangunan Berciri Khas Melayu bisa rampung apakah selesai Pemilu atau pun anggota legislatif tidak lagi menjabat.

Dirinya optimis, karena menurut dia, masalah pesta demokrasi bukan alasan anggota legislatif malas-malasan.

”Tidak quorum, bukan berarti mereka sengaja tidak datang. Ia ini memang masalahnya mereka sibuk dengan Pemilu. Namun, Tidak berarti perda ini tertunda, atau pun sampai tidak jadi disahkan,” terang Jumaga, usai paripurna Senin (8/4) kemarin.

Memang pada saat pelaksaan paripurna penyampaian pandangan fraksi DPRD tentang Ranperda Bangunan Berciri Khas Melayu, seluruh perwakilan pimpinan fraksi tidak membacakan pandangannya, malah justru kompak memilih pandangan mereka langsung diserahkan kepada pimpinan sidang.

Anggota DPRD Kepri Syarafuddin Aluan menambahkan, keputusan ini bukan sengaja dibuat-buat, karena berdasarkan aturan memang harus dibacakan ke publik, apalagi disaksikan banyak wartawan dari berbagai media massa.

”Saya berharap ini tidak menjadi berita miring nanti. Pimpinan sidang harus menjelaskan ke publik,” saran politisi PPP tersebut.

Saat itu, pantauan koran ini, anggota legislatif yang hadir tidak seperti biasanya, hanya sekitar 14 orang anggota dewan.

Pemprov dan DPRD Kepri saat ini tengah fokus dengan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Bangunan Berciri Khas Melayu. Peraturan ini sebagai wujud melestarikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu di mata nasional.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyampaikan, tekat mewujudkan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu ke depan, harus sepenuhnya didukung elemen masyarakat.

Nurdin tidak hanya mengajak para legislator di DPRD Kepri untuk serius membahas Ranperda tersebut, melainkan juga partisipasi pemerintah daerah untuk sama-sama mewujudkan cita-cita Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu, sesuai katanya visi dan misi Provinsi Kepri saat ini. ”Saya berharap DPRD mendukung ranperda ini, karena sebagai wujud membangkitkan semangat Kepri yang meman dikenal daerah yang bercirikan kemelayuannya,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin Kepri saat ini sudah memiliki nilai sejarah yang sangat melekat bagi kebanyakan wisatawan manca negara maupun luar provinsi.

Bahwa Kepri kata dia, memiliki sejarah yang kental, yakni sejarah karya sastra oleh Raja Haji Fisabillah, bahkan kebanyakan orang tahu, Kepri lumbungnya masyarakat suku Melayu. Yang paling tersohornya, Kepri ini dikenal sebagai negeri pantun.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here