Perda Perkuat Pelestarian Budaya di Lingga

0
385
SALAH satu tradisi budaya yakni mandi safar yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat. F-ISTIMEWA

LINGGA – Pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen untuk mengembangkan sektor kebudayaan, demi mewujudkan visi dan misi Kabupaten Lingga sesuai dalam RPJMD Lingga 2016-2021.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan, menerbitkan Perda No.10 Tahun 2017 Tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya. ”Tidak itu saja, untuk kelembagaan Pemkab Lingga juga memisahkan kebudayaan dengan pariwisata. Tujuan pemisahan OPD ini agar Dinas Kebudayaan fokus dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan,” kata Kepala Dinas kebudayaan M Ishak, Jumat (3/8).

Dikatakan untuk mem-follow up Perda tersebut, Kabupaten Lingga telah memiliki tim ahli cagar budaya. Meski begitu upaya yang dilakukan pemkab Lingga ini, tidak akan membuahkan hasil yang maksimal tanpa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Kades Limbung Akan Hadapi PT CSA

”Masyarakat bisa memberikan masukan dan usulan kepada Disbud Lingga terkait pengembangan kebudayaan,” imbuhnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menetapkan 5 kebudayaan asal Kabupaten Lingga sebagai warisan budaya bukan benda di Indonesia.

Kelima budaya itu seperti Tepuk Tepung Tawar, Silat Pengantin, Bubur lambuk, Mandi Safar serta Ratib Saman. Lima dari enam warisan budaya bukan benda di Kepri akan diakui secara nasional.

Warisan budaya bukan benda ini diusulkan melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) tahub 2018. Kepala Disbud (Dibud) Pemkab Lingga Muhammad Ishak mengatakan, ada sembilan budaya yang diusulkan Disbud Pemprov Kepri. (tir)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here