Perda Persampahan Kurang Sosialisasi

0
510
Angkut sampah: Petugas kebersihan mengangkut sampah dari pelantar Laut Jaya beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pansus DPRD dan Pemko Tanjungpinang sudah mengesahkan produk hukum mengenai persampahan di Tanjungpinang. Dalam Perda tersebut, menyebutkan bagi warga yang membuang sampah sembarangan dapat dikenakan sanksi.

Hanya saja terkait besarannya sanksi, akan tertuang di Perwako Tanjungpinang. Meski sudah disahkan sejak tahun lalu, penerapannya belum dilakukan di masyarakat.

Padahal, banyak warga yang berharap Perda itu segera dijalankan, dengan harapan membudayakan membuang sampah pada tempatnya. Hal ini seperti yang dikatakan Ahai, warga Pelantar II Tanjungpinang. Ia berharap bukan hanya sosialisasi terkait adanya Perda tersebut, namun lebih detail kepada ketentuan dan sanksinya, hingga lingkungannya bisa bersih.

”Sampai kini belum ada lanjutan terkait sanksi. Dulu yang ada hanya sosialisasi terkait Perdanya,” paparnya. Dengan berlakunya peraturan daerah tentang sampah masyarakat yang tinggal di daerah pesisir mulai tertib dalam membuang sampah.

”Dengan adanya begini kita mulai menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya Selasa (3/10).

Ahai menyebutkan, sebelumnya dirinya membuang sampah rumah tangganya kelaut itu dikarenakan kebanyakan warga membuang sampah ke laut. Semenjak adanya perda dan pemberitahuan dari pihak kelurahan dan RW untuk tidak membuang sampah sembarangan dan akan didenda maka kita mulai takut membuang sampah sembarangan.

”Kalau dilihat sampah yang menumpuk di bawah pemukiman warga tentunya sudah banyak tidak cukup satu minggu bila ingin dibersihkan,” sebutnya.

Sementara, ketua RT II Asun menyebutkan, untuk sosialisasi sudah sering dilakukan serta papan pengumuman dilarangan membuang sampah sembarang sudah dipasang. ”Setiap ada pertemuan RT kita sering menyampaikan kepada masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan,” jelasnya.

Asun menuturkan, saat ini untuk fasilitas tempat pembuangan sampah masih minim dengan ini dirinya mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah dalam menyediakan fasilitas.

Saat dipertanyakan dengan masalah sampah yang berdatangan, dirinya menyebutkan, sampah tersebut berdatangan saat air laut pasang sehingga saat surut sampah menyangkut. ”Itu sudah menjadi permasalahan sejak lama, sekarang bagaimana kita membenahkan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi,” ujarnya.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here