Perebutan Kursi DPD RI Bakal Sengit!

0
68
Bacaleg DPD RI Alfin (kiri) mendaftar di KPU Tanjungpinang dan Bacaleg DPD RI Hardi S Hood (kiri) F-abas/tanjungpinang pos

Jatah kursi yang diperebutkan untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hanya empat kursi.

TANJUNGPINANG – Padahal ada 24 orang tokoh calon senator yang bakal maju dalam Pemilu 2019, bila mereka lolos persyaratan. Perebutan kursi DPD RI semakin sengit dan ketat, tidak hanya petahana yang bakal tetap maju, namun sejumlah tokoh juga akan meramaikan bursa anggota DPD RI. Seperti kemarin, Hardi S Hood (petahana), Alfin (Ketua DPD PKS Tanjungpinang) dan Richard Pasaribu (tokoh masyarakat) mendaftar sebagai Bacaleg DPD RI di KPU Provinsi Kepri di Tanjungpinang. Ia langsung diterima Ketua KPU Kepri Sriwati didampingi para komisionernya.

Sebelumnya, Senin (9/7) kemarin, empat calon senator telah mendaftar di KPU. Yakni, Ria Saptarika, disusul Surya Makmur Nasution, Haripinto Tanuwijaya dan Riki Solihin. Selasa kemarin, pertama mendaftar yakni Richard Pasaribu. Kemudian, disusul Hardi Hood dan Alfin.

Saat tiba dari Batam, Hardi Hood langsung disambut kompang yang sudah menunggu di depan kantor KPU Kepri. Saat mendaftar, Hardi Hood didampingi tim pemenangan dan saudaranya. Saat mendaftar ia tidak membawa foto copi ijazah SMA, KPU Kepri pun minta agar menjemputnya kerumah.

”Seperti biasa bang, harus di lampirkan foto copi ijazah SMA dan ini wajib. Kalau tidak mau melampirkan foto copi ijazah S1, S2 dan S3 tak masalah, tapi foto kopi ijazah SMA wajib,” kata Devisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu KPU Provinsi Kepri, Arison,

Hardi Hood mengatakan, ia tidak melampirkani ijasah SMA, karena mendapatkan informasi dari LO-nya, cukup melampirkan ijazah terakhir. ”Tolong jemput di rumah. Kebetulan saya juga alumnin SMA di Tanjungpinang,” tegasnya.

Usai Hardi Hood mendaftar, disusul Ketua DPC Tanjungpinang, Alfin. Alfin mengunakan baju putih hanya diantar oleh tim suksesnya, tidak diarak-arak kompang seperti Hardi Hood. Ia menyerahkan satu lembar berkas dan langsung di periksa Ketua KPU Provinsi.

”Alhamdulillah berkas saya dinyatakan lengkap. Laporan harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga kami sudah lampirkan,” tegasnya.

Sambung dia, ia akan bertarung program dengan Bacaleg DPD RI lainnya. Ia sudah melakukan safari ke daerah-daerah untuk memperkuat tim. ”Alhamdulillah karena saya dari partai, sudah ada pondasi kami di daerah-daerah tinggal kami kembangkan menjadi kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Kepri, Sriwati mengatakann, hari pertama pendaftaran Bacaleg DPD RI, yang mendaftar Ria Saptarika, disusul Surya Makmur Nasution, Haripinto Tanuwijaya dan Riki Solihin, hanya Ria Saptarika yang lengkap syaratnya. Sedangkan Surya Makmur Nasutiono, Haripinto Tanuwijaya dan Riki Solihin belum lengkap, belum melampirkan Laporan harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPU.

Masih kata Hardi Hood, calon incumbent, pertarungan sebagai senator Senayan dipastikan bertambah seru lantaran Alias Wello yang kini menjabat Bupati Lingga turut serta. Belum lagi Bacaleg lainnya M Syahrial alias Iyai yang sekarang anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Partai PDIP. Bahkan Surya Makmur Nasution, anggota DPRD Kepri aktif pun berniat menjajal peluang ini.

Selain mereka, yang disebut-sebut juga bakal ikut bertarung ialah Dharma Setiawan, M Nabil, Moch Nasrudin, Ria Saptarika, Richard Pasaribu, Riko Syolihin, Sabar Hasibuan, dan Sukri Fahrial. ”Kita punya strategi sendiri. Saya hanya ingin satu kursi saja, biarkan yang lainnya diambil orang,” kata Hardi Hood, sambil tersenyum.

Kata dia, ada fenomena Pileg 2019, dimana Bacaleg DPD RI kembanyakan dari pengurus partai dan orang partai. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here