Perintah Presiden Dijalankan di Natuna

0
701
Kunjungan presiden: Presiden RI Jokowi di atas KRI Imam Bonjol saat melakukan kunjungan ke Natuna, beberapa waktu lalu. f-istimewa/seskab RI

Akses Internet Diperkuat, Daya Listrik Ditambah

NATUNA – Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Natuna tiga kali sejak 2016-1017 berdampak pada pembangunan di berbagai sektor. Saat di Natuna, perintah Presiden sudah jelas. Perkuat telekomunikasi, pembangunan, ketahanan, listrik hingga perbatasan.

Bahkan, Presiden juga mengirimkan tujuh menteri ke Natuna saat meresmikan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbang Dutas). Saat ini, PLN kerja keras menyediakan listrik di Natuna. Desa-desa yang selama gelap mulai terang benderang. Mesin-mesin listrik terus dikirim ke berbagai pesisir untuk menerangi rumah penduduk. Jika selama ini warga harus naik gunung atau menyeberang ke kampung seberang untuk mendapatkan sinyal ponsel, kini grup Telkomsel sudah menjadikan Natuna sebagai Smart Island.

Semua perintah Jokowi di Natuna telah dijalankan. Masyarakat tinggal memanfaatkan pembangunan yang terus dilakukan pusat di sana. Peningkatan jaringan telekomunikasi merupakan solusi memudahkan akses internet, aplikasi E-government dalam mendukung program Smart Island yang digagas Telkomsel grup bersama pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo Kabupaten Natuna.

Baca Juga :  Siswa Lukis Pesan Moral di Sekolah

Program ini cukup bagus guna perkembangan Natuna dan memudahkan semua kalangan mengakses internet. Hal ini juga untuk memperlancar informasi dan komunikasi di wilayah Natuna kepulauan.

”Dengan adanya kegiatan tentang pemahaman solusi akses internet dan E-government cukup membantu pemerintah daerah guna mendapatkan informasi langsung dari desa maupun kecamatan,” ujar Hamid Rizal, Bupati Natuna saat memberikan sambutan di Gedung Seri Serindit, Ranai, Selasa (7/11) kemarin.

Bupati menegaskan, sudah saatnya di setiap desa maupun kecamatan bisa lebih mengutamakan perkembangan teknologi zaman sekarang. Sejak percepatan pembangunan Natuna akses internet menjadi poin utama di segala lini.

”Keinginan memiliki akses internet yang mudah dan gampang, telah didambakan para aparatur di lingkungan pemerintah daerah. Kalau dulu kita bisa berkoordinasi hanya melalui telepon, sekarang sudah bisa mengirim laporan langsung melalui internet,” paparnya.

Namun, Hamid merasa kecewa dengan kelakuan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menganggap waktu itu tidak terlalu penting. Padahal dengan telah adanya akses internet ini waktu sangat penting dalam membangun Natuna ke depan.

Baca Juga :  TMMD Perlancar Akses Jalan ke Sekolah

”Bagaimana mau maju Natuna ini kalau para OPD-nya tidak menghargai waktu yang ada. Padahal sudah ditetapkan di jadwal, tapi masih saja telat. Makanya hilangkan kebiasaan buruk itu, jangan dianggap gampang,” ungkapnya.

Manajer PT Telkom Kepri, Sony Budi Arsono memaparkan bahwa dalam membangun suatu daerah perlu adanya akses komunikasi maupun informasi dari internet. Untuk itu Natuna layak dijadikan Smart Island.

”Aplikasi Smart Island ini sangat berguna dalam membangun komunikasi dan informasi khususnya di Kabupaten Natuna. Apalagi Natuna kita tau wilayahnya kepulauan jadi perlu adanya jaringan yang terkoneksi mulai dari tingkat desa sampai kecamatan,” jelasnya.

Sony menambahkan, dengan adanya akses internet dan aplikasi E-government membantu mencerdaskan anak-anak Natuna dan mempermudah kinerja di setiap desa. Selain itu internet juga bisa di manfaatkan dengan hal yang positif.

”Kita ingin dengan adanya akses internet percepatan pembangunan Natuna bisa lebih cepat dengan sekali klik apalagi mengirim dokumen atau file bisa lebih gampang,” tandasnya.

Baca Juga :  Mengocok Perut dan Menyatukan Warga

Acara Solusi Akses Internet dan Aplikasi E-government dalam Rangka mendukung program Natuna Smart Island oleh Telkomsel grup, dihadiri Bupati Natuna Hamid Rizal, GM PT Telkom Kepri, OPD, dan para kades di lingkungan Pemkab Natuna.

Pemerintah pusat memberi perhatian serius untuk pembangunan Natuna. Selain daerah perbatasan, kekayaan alam banyak tersimpan di Natuna baik itu minyak, gas, hingga ikan.

Saat ini, hasil laut Natuna baru 8,9 persen yang dikelola dari potensi yang dimiliki. Oleh sebab itu pemerintah terus membangun Natuna. Potensi minyak-gas di Natuna juga jadi perhatian. Dari 16 blok migas di Natuna, hanya lima yang berproduksi, sedangkan tujuh blok dalam tahap eksplorasi dan empat blok sisanya dalam proses terminasi. (hrd/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here