Perizinan Sulit, Illegal Logging Marak

0
721
SIAP KIRIM: Kayu balok olahan siap kirim yang terdapat di pinggir-pinggir jalan Desa Resun-Pancur. f-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

LINGGA – AKIBAT sulitnya pengurusan izin pemanfaatan hutan, Kabupaten Lingga menjadi sasaran empuk aktivitas illegal logging. Untuk itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPM-PTSPP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga akan membantu pengurusan izin pemanfaatan hutan. Sebab, salah satu persoalan maraknya aktivitas illegal logging akibat sulitnya untuk mendapatkan izin dari pemerintah.

Pengurusan izin pemanfaatan hasil hutan secara legal, kini telah menjadi kewenangan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Karena kayu memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Kepala DPM-PTSPP Pemkab Lingga Raja Fahrurrazi berinisiatif untuk membantu pengurusan izin. Ia mengatakan, tidak hanya perizinan tetapi hingga persoalan pemasaran kayu. ”Perlu sosialisasi dari Pemprov Kepri, yang kini memegang kendali dalam mengeluarkan izin pemanfaatan hutan. Masyarakat perlu pelatihan, untuk membuat mebel dan sejenisnya yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan hasil hutan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Raja Fahrurazi, Senin (7/8).

Baca Juga :  Hanya 8 Desa Ajukan Pencairan DD

Menurutnya, saat ini merupakan masa yang tepat untuk bersama-sama dalam mensejahterakan masyarakat Lingga dengan memanfaatkan potensi hutan di Lingga. ”Kita mau bantu pengrajin kayu mebel, dan pembuatan kapal laut serta pembuatan triplex. Karena produk kayu punya nilai jual tinggi, dan upaya ini agar masyarakat terbantu,” katanya.

Ia menyarankan, pihak penegak hukum harus turut sama membantu masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak takut dan mengetahui tata cara dalam bekerja memanfaatkan kayu hasil hutan termasuk industri pembuatan kapal laut. Upaya itu, untuk mengajak semua pihak memikirkan ekonomi warga.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here