Perkara Dihentikan, Akun Segera Dikirim ke RSJ

0
549
AKUN berada di balik jeruji tahanan Mapolsek Bintan Timur, Selasa (20/3) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

KIJANG – Masih ingat kejadian anak bunuh ayah di di Kampung Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Senin (12/3) lalu? Ternyata, sang anak mengalami gangguan jiwa berat. Perkaranya pun dihentikan Polsek Bintan Timur. Begini nasib Heriwan alias Akun (27) selanjutnya.

Beberapa personel Polsek Kijang di Bintan Timur, terlihat masih menggunakan kostum olahraga. Selasa (20/3) kemarin, adalah jadwal latihan fisik dan program berolahraga di lingkungan Polsek Kijang. Menjelang siang, Mapolsek mulai sunyi. Tapi masih ada satu keluarga yang membesuk tahanan.

Di dalam tahanan Mapolsek Bintan Timur, di balik jeruji terlihat seorang pria dengan wajah sendu. Tatapan matanya kosong ke arah dinding beton yang berada di depan jeruji itu. Sementara, dua tahanan lainnya hanya memperhatikan gerak-gerik pria tersebut. Pria ini adalah Akun, yang dititipkan oleh Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Bintan, kepada Polsek Bintan Timur.

Saat itu, Akun tak bercerita tentang tindakannya yang telah menganiaya ayahnya, Bong Jie Kioeng (70), Senin (12/3) pekan lalu. Ia justru kapan dirinya untuk dijemput kembali ke rumah.

”Katanya jam 11 mau jemput. Kok tak datang-datang. Kalau makan, kan sudah,” kata Akun, saat ditanya bagaimana kabar dirinya.

Hanya tiga kalimat itu yang diucapkan Akun. Ia pun hanya berdiam diri, meski ditanya hal lainnya. Saat ini, Akun bukan lagi sebagai tahanan tersangka kasus pembunuhan ayahnya. Tapi, ia menunggu petugas Dinsos dan Dinkes Bintan, untuk dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru, Riau.

Polisi sudah menghentikan perkara Akun, lantaran tersangka didiagnosis mengalami gangguan jiwa berat. Kapolsek Bintan Timur AKP Abdurahman melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Anjar Rahmad Putra menerangkan, kasus Akun sudah SP3. Karena, berdasarkan keterangan medis dari RSAL Tanjungpinang dan RS Budi Kemuliaan Batam, tersangka dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat.

”Kami sudah hentikan pemeriksaan terhadap tersangka (Akun), karena yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa berat,” kata Anjar saat ditanya wartawan di Mapolsek Kijang, Selasa (20/3) siang kemarin.

Selanjutnya, Akun akan menjalani rehabilitasi di RSJ Pekanbaru, Riau. Sekarang, Dinsos dan Dinkes Bintan sedang menyiapkan administrasi rujukan Akun ke RSJ Pekanbaru. Awalnya, Akun bakal diisolasi di RSUP Busung. Namun, ruang isolasi ganggung jiwa di rumah sakit provinsi itu, tidak memiliki pintu yang kuat. Pintunya berupa kaca.

Jika dititipkan di RSUP Busung, dikhawatirkan, bisa diterobos Akun, ketika jiwanya sedang tidak stabil. Makanya, Akun dititipkan di ruangan tahanan Polsek Kijang. Biar aman. Tapi, makan dan semua kebutuhannya dipenuhi oleh pihak keluarga.

”Selanjutnya, Akun segera dikirim ke RSJ Pekanbaru, untuk diobati. Kami perkirakan, dua minggu lagi paling lambat, pengirimannya ke rumah sakit jiwa itu,” demikian disebutkan Anjar. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here