Perlu 432 Ton, Cuma Diberi 98 Ton

0
114
BUPATTI Bintan H Apri Sujadi memanen padi milik kelompok tani Bintan, di Cikolek, belum lama ini. Petani Bintan perlu tambahan pupuk bersubsidi. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Pemkab Minta Tambahan Kuota Pupuk ke Gubernur Kepri

BINTAN – PEMKAB Bintan meminta tambahan kuota pasokan pupuk bersubsidi untuk petani, kepada Pemprov Kepri. Karena, kuota pupuk bersubsidi yang dialokasikan Pemprov Kepri selama ini, sangat kurang dibandingkan keperluan petani Bintan.

Tahun 2018 ini, kuota pupuk bersubsidi yang diberikan Pemprov Kepri selaku penyalur pupuk bersubsidi kepada Bintan, hanya 98 ton. Cuma mengalami penambahan 3 ton dibandingkan kuota tahun 2017 lalu, yaitu sebanyak 95 ton.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menerangkan, dari data Dinas Pertanian Kabupaten Bintan, total kebutuhan petani Bintan untuk pupuk subsidi sebanyak 432 ton. Sementara, kuota yang diberikan pada tahun 2018 ini, hanya 98 ton. Dengan demikian, kuota yang diperlukan petani Bintan itu masih mengalami kekurangan mencapai 334 ton.

Menurut bupati, masih berkisar 22 persen, kebutuhan petani Bintan yang dipenuhi oleh Pemprov Kepri.

”Perlunya 432 ton, cuma diberi 98 ton. Kita minta agar Pemprov Kepri selaku penyalur pupuk bersubsidi menambah kuota untuk kebutuhan petani di Bintan. Agar para petani dapat meningkatkan produksi pertaniannya,” kata H Apri Sujadi, baru-baru ini.

”Kalau kuota pupuk rendah, ya hasil produksi petani Bintan juga akan rendah,” sambung bupati.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Supriyono menjelaskan, kebutuhan pupuk bersubsidi jenis pupuk urea di Bintan sebanyak 102 ton. Sedangkan kuota yang didapat pada tahun 2018 ini, hanya berkisar 20 ton. Jumlah itu justru dikurangi 3 ton dibandingkan tahun 2017. Untuk jenis pupuk SP-36 dari kebutuhan 19 ton kuota, sama seperti tahun sebelumnya.

Pupuk NPK, kebutuhannya mencapai 239 ton. Sedangkan kuota didapat berjumlah 50 ton, atau dikurangi 10 ton dibandingkan tahun 2017 sebanyak 60 ton. Untuk pupuk ZA kebutuhan 13 ton, diberikan sebanyak 5 ton (2018) atau bertambah 2 ton dibandingkan jatah tahun 2017. Pupuk organik kebutuhan 57 ton. Sedangkan kuota yang didapat berjumlah 20 ton pada tahun 2018 ini. Tahun 2017, kuota pupuk organik sebanyak 6 ton.

”Untuk alokasi anggaran pupuk bersubsidi ini, seluruhnya menggunakan anggaran pemerintah pusat. Penyaluran melalui pemerintah provinsi,” jelas Supriyono, Jumat (14/9) kemarin. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here