Perluas Akses Wisata Tanjungpinang

0
243
Fengky Fensito

TANJUNGPINANG – Destinasi wisata di Tanjungpinang masih berpotensi untuk dikembangkan. Bahkan, dinilai bisa menjadi magnet bagi pengunjung wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Bahkan dinilai Tanjungpinang bisa menjadikan daerah pilihan transit menuju beberapa daerah lain di Kepri maupun di luar daerah.

Membesarkan wisata di kota ini, harus membuka akses yang lebih luas. Transportasi harus tersedia baik antardaerah di Kepri, maupun dengan provinsi lain yang juga memiliki sektor wisata yang kuat seperti Danau Toba.

Hal ini disampaikan anggota Tanjungpinang, Fengky Fensito kepada Tanjungpinang Pos, usai dilantik, Senin (2/9).

Dituturkannya, pariwisata Tanjungpinang mungkin dikembangkan yaitu magrove dengan menata beberapa kawasan hutan bakau.

Hanya saja ini perlu keseriusan bersama untuk membangunnya menjadi menarik, unik dan nyaman. Terutama sentuhan kenyamanan harus ada.
Menurutnya, beberapa kawasan magrove Tanjungpinang menarik. Hanya saja belum dieksplore dengan menarik dan serius.

Ia bahkan ingin mencari organisasi atau komunitas pencinta alam seperti Mapala yang menjadi pelopor menelusuri beberapa kawasan hutan bakau. Setelah itu, dibantu pemerintah untuk mengembangkan kawasan itu.

Menurutnya, beberapa pengunjung dari luar daerah menginginkan wisata demikian. Begitu juga dengan wisata budaya dan lainnya yang masih sangat mungkin dilakukan.

”Kita sudah punya sejarah Pulau Penyengat yang begitu kuat. Selain itu, kawasan Patung Seribu dan Klenteng di Senggarang. Tinggal bagaimana daerah bisa memperkuat ini dan dijual ke pengunjung,” tuturnya.

Terkait daerah penghubung, menurutnya bisa membawa turis dari luar negeri ke Bintan tetapi minimal agensi travelnya bisa membawa wisatawan menginap atau berkunjung wisata di Tanjungpinang.

Selain itu bisa membawa turis ke Lingga melihat wisata gunung dan lainnya. Menurutnya, daerah ini juga memiliki wisata alam yang menarik. Bahkan menurutnya tidak menutup kemungkinan membawa wisatawan mancanegara dan nusantara ke Medan melalui Bandara Tanjungpinang.
Menurutnya, banyak wisatan yang ingin berkunjung ke beberapa kawasan di Indonesia.

”Tinggal bagaimana membangun hubungan yang baik dan membantu aksesnya,” ucapnya.

Kehadiran pemerintah menurutnya, bisa melalui permintaan adanya penerbangan langsung ke Bandara Sibisa dan Silangit selain ke Kualanamu.

Ia menilai, banyak wisatan yang kini ingin berkunjung ke Danau Toba melalui Bandara Sibisa. Bukan hanya mancanegara namun juga nusantara.

“Sekarang banyak orang yang ingin berkunjung ke sana, apalagi sudah di buka Bandara Sibisa itu,” tuturnya.

Menurutnya, akses dari Bandara Tanjungpinang ke sana yang perlu dibangun.

“Pemko dan dibantu anggota DPRD nanti mengkomunikasikan ke makapai mengenai permintaan ini,” tuturnya.

Diketahuinya, pesawat yang bisa mendarat di Bandara Sibisa masih jenis ATR. Berbeda dengan Kualanamu dan Selangit yang sudah internasonal.

”Ini potensi, tinggal bagaimana pemerintah bisa hadir memberikan akses. Kami di DPRD akan mendorong ini,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here