Perluas Lahan Petani Batam

0
219
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun berbincang dengan petani saat meninjau lahan cabai di Pulau Galang, Rabu (27/2). f-istimewa/humas pemprov kepri
Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, lahan untuk petani di berbagai daerah di Kepri harus diperluas, terlebih untuk petani di Batam. Alasannya, penduduk Batam sangat padat, dan kebutuhan sayur mayurnya sangat tinggi setiap hari.

BATAM – NURDIN juga memerintahkan Dinas Pertanian dan Peternakan Pemprov Kepri untuk terus mendukung dan mengembangkan produksi pertanian di berbagai wilayah di Kepri. Apalagi produk-produk tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti cabai dan sayur mayur.

”Kita akan koordinasi dengan Pemko Batam untuk mencarikan lahan yang lebih luas lagi untuk fokus pertanian,” kata Nurdin saat meninjau pertanian cabai di Pulau Galang, Batam, Rabu (27/2) pagi.

Nurdin meninjau kawasan pertanian cabai setelah menunaikan Safari Subuh di Masjid Baitul Hamdi Perum Buana Impian 1, Batam. Setelah memberi tausiyah dan bersilaturahmi dengan masyarakat, Nurdin langsung menuju kawasan pertanian cabai.

Nurdin menemui Kelompok Tani Sungai Raya Makmur yang mengelola delapan hektare lahan untuk pertanian. Kawasan delapan hektare ini tersebar di delapan titik di Barelang.

Kelompok tani ini sudah mendapat beberapa bantuan dari Pemprov Kepri. Di antaranya mulsa, untuk menutup tanaman budi daya agar menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma.

Bantuan mulsa juga disertai dengan selang drip. Pemprov juga memberi bantuan pupuk untuk kelompok tani.

Ketua Kelompok Tani Sungai Raya Makmur Nardi pada kesempatan itu berharap adanya bantuan traktor untuk kelompok mereka. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka memperluas lahan garapan.

Gubernur Nurdin, pada kesempatan itu mengatakan agar bantuan-bantuan yang diberikan untuk mendukung aktivitas pertanian hendaknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Banyak kelompok yang juga harus diberi bantuan untuk mendukung aktivitas mereka.

”Manfaatkan dengan maksimal setiap bantuan. Jangan berharap bantuan setiap tahunnya dari pemerintah,” kata Nurdin.

Saat ini, produksi sayuran di Batam masih minim. Sehingga masih banyak sayuran yang harus didatangkan untuk memenuhi kebutuhan warga Batam.

Kadang, saat musim tertentu, harga sayuran dan cabai termasuk buah cukup mahal di Batam. Hal itu dikarenakan ongkos transportasi dari kebun daerah asal cukup banyak hingga sampai di pedagang Batam.

Ada beberapa titik lokasi perkebunan di Batam yakni Tembesi dan Barelang. Namun, lahan yang terbatas itu tidak bisa menutupi kebutuhan warga Batam yang sudah satu juta jiwa lebih.

Pemprov Kepri memberi perhatian untuk kalangan petani dengan menyediakan anggaran bantuan tahun 2019. Bantuan ini nantinya diharapkan bisa menunjang peningkatan produksi petani.

Bantuan itu terdiri dari berbagai jenis baik itu peralatan pertanian maupun bantuan lain.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here