Perluas Pasar Batam Lewat Mesir

0
82
KEPALA BP Batam Lukita D Tuwo (dua dari kiri) saat berada di terusan Suez Mesir, Selasa (2/10) bersama rombongan. f-istimewa/humas bp batam

Untuk memperluas pasar produksi Batam dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencari peluang kerja sama dengan Mesir.

KAIRO – KUNJUNGAN ke Mesir dipimpin Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dan rombongan. Rombongan melakukan pertemuan di Kantor SCA Suez Canal, Mesir, Senin (1/10) lalu.

Selasa (2/10), Lukita memimpin delegasi BP Batam mengunjungi General Authority for Investment and Free Zones (GAFI) di Nasr City, Cairo, Mesir. Delegasi BP Batam disambut Wakil Kepala GAFI, Mohamed Abdul Wahab. Lukita sendiri didampingi oleh Direktur PTSP, Ady Soegiharto.

Dalam kesempatan ini Lukita menyatakan bahwa Mesir mempunyai aksesibilitas terhadap pasar Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika. ”Sehingga dapat memperluas pasar produksi Batam apabila ada kerja sama yang baik dalam bidang ekonomi,” jelasnya.

Di Mesin, Lukita dan pejabat GAFI melakukan pembahasan mengenai perizinan yang berlaku di pemerintahan mesir dan perizinan yang berlaku di Batam.

Dari paparan yang disampaikan, terdapat beberapa kesamaan peraturan mengenai free trade zone (FTZ) yang merupakan pembahasan selanjutnya.

Pembahasan itu diakui sangat berkaitan dengan investasi dan sistem perizinan di Batam juga. GAFI sendiri sebagai Otoritas pemerintah di bawah Kementerian Investasi Mesir yang mengatur, memfasilitasi dan memberikan bantuan kepada investor yang ingin berbisnis di zona bebas Mesir.

Dengan sistem perizinan one-stop shop untuk investasi di Mesir, GAFI memudahkan para investor global untuk memanfaatkan peluang investasi di Mesir sebagai negara yang kuat sebagai pusat ekspor untuk Eropa, dunia Arab dan Afrika.

Satu hal yang menarik bahwa pada layanan perizinan di Mesir mempunyai layanan premier. Layanan ini bukan dari masalah besarnya nilai investasi tapi lebih kepada layanan cepat dalam waktu (satu) jam bagi pelaku usaha yang membayar 10000 Pounds Egypt atau sekitar 500 US Dolar.

”Sama halnya dengan Batam sebagai wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang memudahkan investor global melalui Rancang bangun sistem berbasis Teknologi Informasi Online Single Submission (OSS),” kata Lukita.

Disebutkannya, posisi strategis Batam secara geografis yang berada di jalur lalu lintas perdagangan internasional Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional tersibuk kedua setelah Selat Dover di Inggris, membuat Batam menjadi tujuan kawasan investasi yang kompetitif di Asia Pasifik.

”Kedua keistimewaan wilayah bebas ini, akan menjadi sebuah kalaborasi yang apik bila tercipta kerja sama antara kedua wilayah,” sambungnya.

Terusan Suez Jadi Inspirasi
BP Batam menggelar pertemuan dengan SCA Suez Canal Authority. Pihak BP Batam yang sedang berada di Mesir, melihat langsung juga Terusan Suez ke-2 yang selesai dibangun pada tahun 2016 setelah pembangunannya dimulai tahun 2015. Pengelola kawasan itu juga diundang BP Batam, untuk berkunjung ke Batam.

Pada pertemuan itu, Lukita D Tuwo didampingi oleh Direktur PTSP, Ady Soegiharto, Kasubdit Humas, M. Taofan, Kasi Media Promosi, Ariastuty Sirait serta beberapa pengusaha Batam. Seperti Hendra Asman, Cheng Liang dan juga Mulyadi dan Kabid Ekonomi KBRI di Cairo, Yubil Septian.

Disebutkannya, kanal itu dibangun atas swadaya masyarakat Mesir itu sendiri untuk menggenjot perekonomian mereka dengan membeli saham publik. ”Pembangunan terusan baru ini menjadi inspirasi pembangunan Pelabuhan di Batam,” kata Lukita, menanggapi pembangunan itu.

Dia optimis dengan semangat kerja sama dan cita cita yang luhur untuk mengembangkan Batam semua mimpi bisa menjadi kenyataan. Lukita dan rombongan yang mengunjungi wilayah perikanan yang luasnya 7.500 hektare juga menilai, kebijakan pembanguan di sana, bisa dijalankan di Batam.

”Mereka mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Mesir yang berjumlah 100 juta penduduk, dengan perikanan yang dibangun 7.500 hektare,” beber Lukita.

Sementara Hendra sebagai perwakilan dari pengusaha Batam, menilai salah poin penting yang harus segera tangkap dari hasil pertemuan adalah terbukanya peluang kerja sama, ekspor impor. ”Selain itu, kerja sama di bidang perikanan,” bebernya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan mengundang Suez Canal Authority untuk berkunjung ke Batam serta menjalin kerja sama untuk pembangunan di kedua daerah tersebut.

SCA Suez Canal Authority atau Otoritas Terusan Suez yang didirikan pada 26 Juli 1956, adalah publik dan otoritas independen yang berada langsung di bawah Perdana Menteri.

Mereka bertugas mengelola, mengoperasikan, menggunakan, memelihara dan meningkatkan Terusan Suez. Terusan Suez sendiri merupakan salah satu saluran air terpenting di dunia.

Terusan Suez merupakan jalur air laut buatan yang menjorok ke utara ke selatan melintasi Tanah Genting Suez di Mesir untuk menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah.

Kanal memisahkan benua Afrika dari Asia, dan menyediakan rute maritim terpendek antara Eropa dan daratan yang terletak di sekitar samudra Pasifik India dan barat sehingga Terusan Suez menjadi jalur pelayaran yang paling banyak digunakan di dunia sehingga potensi ekonomi amat sangat besar berada di terusan ini. Kanal ini banyak digunakan oleh kapal-kapal modern. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here