Perlunya CCTV di Obyek Wisata

0
567
DIAN FADILLAH

Oleh: Dian Fadillah S.Sos
Pemerhati Wisata Jalan-Jalan
Wakil Ketua Dekopinwil Kepri

Circuit Closed Television atau yang dikenal CCTV merupakan alat canggih yang dapat mengawasi keadaan suatu lokasi secara periodik.
Suatu alat dengan kamera kecil pemantau keadaan dari jarak yang jauh. Alat ini berguna untuk melihat pergerakan sekecil apapun dan akan penting pada saat ada suatu kejadian di lokasi. Kunjungan wisata sebagai salah satu ornament wisata merupakan aktivitas manusia yang berkesinambungan seiring dengan kebutuhan manusia akan kehausan.

Kehausan hiburan yang akan membuat segar dan bugar kembali. Dalam upaya melengkapi keinginan-keinginan haruslah dilakukan upaya sehingga terciptalah obyek wisata di hampir setiap jengkal tanah di pusat sampai ke daerah.

Mulai dari perkotaan apalagi di kawasan pedesaan. Adanya obyek wisata ini pada konteks riilnya memang berasal dari obyek wisata yang bersifat nature (alami) dan yang bersifat manmade (buatan manusia). Kedua jenis obyek ini tanpa memilih tentunya memerlukan fasilitas yang sama yaitu aman, nyaman dalam frame Secure and Safety. Coba kita simak Obyek obyek wisata yang saat ini sudah mulai dilirik oleh masyarakat lokal, nasional ataupun mancanegara.

Meskipun ada donasi atau iuran untuk memasuki lokasi itu setidaknya harus menuju sebagai frame kepariwisataan seutuhnya yang diperoleh oleh wisatawan yang datang.

Apakah peranan Pemerintah Daerah dalam mengupayakan harapan itu? Apa tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi sesuatu permasalahan di obyek wisata yang menjadi tujuan kunjungan? Siapakah yang paling bertanggung jawab tentang itu semua?

Tentunya sebelum kejadian yang luar biasa terjadi lebih baik kita mengantisipasi. Apakah hal hal yang perlu kita lengkapi di setiap obyek wisata saat ini : (Tempat ibadah) Perlunya diupayakan tempat ibadah dalam ukuran kecil agar niat untuk wisatawan yang datang dapat melakukan ibadah tanpa terhalangi dengan lokasi dan tempat.

Fasilitas rumah ibadah ini dapat diupayakan untuk setiap agama dan penganut kepercayaan. (MKCK) Toilet dan kamar mandi umum sebagai tempat sebagai tolak ukur kebersihan obyek wisata yang didukung dengan air yang bersih sehingga menyikapi bau dan kotornya obyek kunjungan.

(Jajanan local) makan dan minum adalah suatu hal yang tidak dapat disepelakan di setiap lokasi dengan mengupayakan konsep Malay Square FOOD COURT CENTRE yang memang menyiapkan tempat dan bahan baku makanan kecil atau makan besar menu daerah Melayu pada saat kunjungan berlangsung.

Dalam suatu situasi senggang seorang masyarakat Tanjungpinang Juliusman Akbar yang sering dipanggil dengan Jus menyampaikan bahwa suatu CCTV dibutuhkan untuk sebuah obyek wisata atau di lokasi lokasi tertentu dipersiapkan untuk dapat :
1. Menyikapi kriminalitas dengan segera
2. Menyikapi masalah sampah yang berserakan
3. Memberikan kenyamanan kepada masyarakat
CCTV dibutuhkan segera lokasi-lokasi yang butuh sebagai bentuk dasar konsep liburan yang ditawarkan sebuah holiday.

Suatu aktivitas yang ditunggu setiap orang dengan menggunakan waktu senggang atau mungkin mengkhususkan diri untuk melakukan liburan.
Sesuatu yang disukai orang dewasa, disenangi remaja apalagi anak anak yang lebih banyak mempunyai konsep dan pola bermain yang tinggi.

Tidak akan ada nada penolakan bila diajak jalan jalan apalagi secara gratis dengan waktu yang memungkinkan untuk melakukan itu.
Setiap pribadi apalagi orangtua akan menyikapi kunjungan liburan dengan perencanaan yang matang sehingga akan menjadi moment mengesankan dan kenangan yang tentunya dengan obyek wisata yang aman dan nyaman untuk didatangi secara langsung ( Individual ataupun Group Tourist).

Perlunya Pemerintah Daerah setempat menyikapi pengadaan CCTV dengan segera melalui instansi terkait di setiap lokasi obyek wisata seperti Lapangan Pamedan, Jembatan Dompak, Rimba Jaya, Pantai Suntuk, Gedung Gonggong.

Taman Batu 10, Hotel Laut Jaya dan obyek vital lainnya menjadi salah satu daya tarik wisatawan sebagai Benteng Budaya peninggalan Kerajaan Melayu sehingga memberikan aspek signifikan.

Upaya melengkapi fasilitas merupakan peyelamatan dini agar obyek wisata itu tidak ditinggalkan pengunjung atau hancur tanpa ada makna.
Semoga opini yang simpel tapi penting ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran preventive sehingga kita tidak hanya pasrah menunggu dan menonton setelah accident berlaku tapi tidak terusik sedikitpun untuk memperbaiknya.

Promosi menjadi kota kreatif secara maksimal itu perlu tapi memperbaiki obyek obyek wisata yang sudah ada lebih perlu agar pemasaran pariwisata tidak menjadi sesuatu yang sia sia dan betul-betul bermanfaat untuk masyarakat dan daerah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here