Permainan Tradisional Tergerus di Era Milenial

0
246
Dwi Apriliani

Oleh: Dwi Apriliani
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, UMRAH

Indonesia punya beragam kebudayaaan. Bahkan Indonesia lebih kaya kebudayaan dibanding negara lain. Salah satunya di antaranya ialah beranekamacam permainan tradisional yang pernah ada. Banyak permainan tradisional dari daerah Jawa barat, Jawa timur, Sunda dan Jawa yang pernah populer, tetapi kini sayangnya hanya menjadi kenangan dan jarang sekali dimainkan oleh anak-anak. Contoh permainan tradisional yang paling sering kita mainkan adalah petak umpet, kelereng, layangan dan lain sebagainya. Sekarang ini hampir semua permainan bisa dimainkan disebuah hanphone saja. Di era 90-an dari anak-anak hingga orang dewasa selalu bermain dengan cara yang tradisional, tetapi memberi kesan yang tidak bisa dilupakan hingga sekarang.

Permainan tradisional kini mulai terkikis eksistensinya. Padahal, permainan tradisional memiliki banyak manfaat yang baik untuk perkembangan anak karena fisik dan emosi anak terlibat langsung sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Apabila permainan modern dikombinasikan dengan permainan tradisional maka akan memberikan manfaat yang saling melengkapi bagi perkembangan anak, karena dalam permainan modern yang bersifat fisik, psikologis, dan aspek sosial.

Berbagai manfaat dari permainan tradisonal yang dapat mempengaruhi perkembangan anak antara lain dapat mengembangkan kecerdasan intelektual pada anak, mengembangkan kecerdasan emosi pada anak, mengembangkan daya kreatifitas pada anak, meningkatkan kemampun bersosialisasi, dan melatih kemampuan motorik dan kerjasama tim sehingga melatih interaksi sosial dari si anak.

Permainan tradisional sudah berkurang sarana maupun prasarana untuk bermain,  kita sebagai generasi muda yang pernah  mengalami masa kecil dan pernah memainkan permainan tradisional tersebut, memiliki kewajiban meneruskan warisan budaya ini kepada generasi selanjutnya. Dengan begitu, anak-anak di masa yang akan datang dapat merasakan bermain permainan tradisional dan tumbuh menjadi anak yang cerdas dalam menjalani kehidupannya ketika dewasa.

Anak-anak yang bermain permainan dari gadget itu sendiri hampir keseluruhan hanya bersantai di kamar dan bermain dengan gadgetnya. Hal itu sendiri dapat mengurangi komunikasi seorang anak, sehingga dia hanya ingin diam dan malu untuk berbicara ketika dihadapkan dengan teman-teman seusianya. Padahal dalam usia tersebut, anak-anak harus berlatih untuk berkomunikasi agar dia tumbuh baik kedepannya. Terlalu sering bermain gadget akan menjadikan anak sebagai pribadi yang tertutup, pembangkang, dan menjadi lupa waktu.

Permainan tradisional tidak hanya sekedar permainan yang mengandung kesenangan semata tapi dapat membentuk karakter anak yang luhur. Serta kita juga harus melestarikan kebudayaan-kebudayaan tradisional akan lebih memupuk warga yang berkepribadian menghadapi perubahan jaman. Dan waktu itu sangat baik apabila dilakukan semenjak kecil. Dari pelestarian-pelestarian permainan tradisional. Dari permainan tradisional banyak nilai-nilai budaya yang tak terkira nilainya dibandingkan dengan permainan modern saat ini. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here