Permintaan Napoleon ke Hongkong Rendah

0
53
Hamid Rizal

NATUNA – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Zakimin menilai momen penundaan ekspor ikan Napoleon yang dilakukan pemerintah pusat sudah tepat karena saat ini bersamaan dengan musim dingin di Hongkong.

Ia menjelaskan, kegiatan ekspor ikan Napoleon dan Kerapu Natuna dominan dilakukan ke Hongkong. Hampir seluruh kuota ekspor yang ditentukan pemerintah untuk Natuna bertujuan ke Hongkong.

”Di Hongkong sekarang sedang musim dingin. Pada musim ini, permintaan Napoleon dan kerapu rendah. Saya rasa pas lah waktunya ditunda sementara kegiatan ekspor itu untuk meninjau kembali kuota ekspor,” kata Zakimin, Jumat (20/4) melalui telepon.

Pada 2017 hingga 31 Maret lalu, kuota ekspor ikan Napoleon untuk Natuna sebanyak 5.000 ekor untuk dieskpor ke Hongkong. Hanya saja pada kenyataannya di awal tahun ini, Natuna hanya bisa mengekspor Napoleon sebanyak 1.000 ekor saja.

”Perubahan musim juga mempengaruhi kegiatan ekspor. Setelah memasuki musim dingin di Hongkong, Natuna hanya dapat ekspor 1.000 ekor saja karena pasarnya kurang antusias di musim dingin,” sebutnya.

Namun begitu, ia juga berharap perubahan kuota yang dilakukan pemerintah pusat itu dapat berpihak kepada masyarakat Natuna. ”Harapan kita sama dengan harapan masyarakat, mudahan-mudahan kuotanya bertambah. Jangan sampai dikurangi,” ungkapnya.

Bupati Natuna Hamid Rizal berharap perubahan kuota ikan Napoleon bisa lebih berpihak kepada nelayan karena saat ini stok ikan masyarakat di Natuna cukup banyak. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here