Permintaan Orangtua Siswa Dilapor ke Mendikbud

0
631

TANJUNGPINANG – Akibat membeludaknya siswa yang mendaftar di sekolah negeri dan tidak semua tertampung, maka orangtua siswa mendesak Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang untuk menambah daya tampung.

Orangtua siswa bersama RT-RW dan komite sekolah membuat surat resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang agar menambah rombongan belajar (rombel) dan penambahan jumlah siswa per kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, dirinya sudah meminta surat permohonan resmi dari berbagai ketua komite sekolah negeri terutama yang jumlah pendaftar siswa baru membeludak.

Karena ada beberapa sekolah negeri dengan jumlah pendaftar membeludak, akhirnya Disdik Kepri mengambil sikap menambah jumlah rombel dari kuota yang ditetapkan sebelumnya.

”SMPN 1 tambah rombel, SMPN 7 Tanjungpinag Timur tambah rombel dan SMPN 16 Tanjungpinang Timur tambah dua atau tiga rombel,” ujar Dadang kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (8/7).

”Ada juga beberap sekolah kita tambahkan jumlah siswanya per kelas. Jika SPM (Standar Pelayanan Minimal) 36 per kelas, maka kita jadikan 40 per kelas agar makin banyak yang tertampung,” tambahnya.

Namun, untuk menambah jumlah siswa pe kelas menjadi 40 harus dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan SMP.

Adapun alasan penambahan siswa per kelas atas permintaan masyarakat sesuai dengan surat resmi komite sekolah dan RT-RW serta kondisi sebenarnya di lapangan. Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu mengatakan, dari beberapa sekolah yang dijalaninya selama PPDB ini, banyak sekolah yang membeludak siswa baru, terutama daerah Tanjungpinang Timur.

”Solusinya memang begitu, harus tambah rombel. Saya juga sudah bicarakan ini dengan Pak Dadang dan kita akan turun ke beberapa sekolah untuk melihat persoalannya,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPRd Kota Tanjungpinang, Petrus M Sitohang menambahkan, sosialisasi tentang sistem zonasi ini perlu diperluas. Karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Kemudian, bagi sekolah yang membeludak siswa barunya, maka harus dicari solusinya. ”Jangan persoalkan kekurangan guru. Terima dulu siswanya, nanti masalah guru diselesaikan kemudian,” ungkapnya.

Orangtua Desak Tambah Rombel
Pengumuman hasil seleksi siswa baru di SMPN 16 Jalan Suka Ramai, Kecamatan Tanjungpinang Timur (Zona D) telah dilakukan, Sabtu (7/7). Kebanyakan siswa yang mendaftar tidak diterima karena daya tampung terbatas.

Orangtua siswa pun meminta agar Dinas Pendidikan Pemko Tanjungpinang menambah jumlah rombongan belajar (Rombel), sehingga siswa yang rumahnya dekat sekolah itu bisa tertampung.

Tahun ajaran 2018/2019 ini, Disdik Kota Tanjungpinang hanya memberi kuota ke SMPN 16 Tanjungpinang Timur sebanyak 4 rombel dengan masing-masing rombel 32 orang. Pengalaman orangtua di sana, tahun lalu Disdik menambah rombel di sekolah itu karena yang mendaftar membeludak. Tahun ini, pun Disdik diminta menambah kembali jumlah rombel.

Berdasarkan data dari Yulidarnis, Kepala SMPN 16 Tanjungpinang Timur, tahun lalu yang mendaftar ke sekolah itu sekitar 430-an orang dan yang mengembalikan formulir saat itu 420-an.

Tahun lalu, mereka menerima 6 rombel dengan jumlah siswa per kelas 32 orang. Namun, karena yang tidak diterima terlalu banyak, akhirnya Disdik Kota Tanjungpinang menambah satu rombel lagi.

Tahun ini, sekolah itu diberi kuota 4 rombel. Sementara yang mendaftar 415 orang dan yang mengembalikan formulir 410 orang. Yang menarik formulir setelah pengumuman sebanyak 60 orang.

”Kita hanya menerima 128 siswa sesuai kuota. Memang, kebanyakan yang tidak diterima. Karena itu, pukul satu siang ini kami rapat dengan Disdik. Disitulah keputusannya apakah rombel ditambah atau tidak,” ujar Yulidarnis di sekolah itu, Sabtu lalu.

Dijelaskannya, tahun ini merupakan angkatan ketiga di sekolah itu sejak dioperasikan tahun 2016 lalu. Adapun Kelas III saat ini 6 rombel, Kelas II ada 7 rombel. ”Ditambah Kelas I nanti 4 rombel, jadi totalnya ada 17 rombel. Kalau ada penambahan rombel dari Disdik, maka bisa 18 rombel dari Kelas I-III-III,” tambahnya lagi.

Sementara jumlah kelas atau ruang belajar di sekolah itu hanya 12 unit. Sehingga, pasti ada yang masuk siang. Kemungkinan, siswa yang masuk siang nanti adalah Kelas I. ”Saat pertama sekolah ini dibuka, kita masih numpang di sekolah lain dan siswa angkatan pertama kita masuk siang enam bulan. Siswa yang Kelas II sekarang pun sempat numpang setengah tahun di SMPN 7 dan mereka masuk siang,” bebernya.

”Tahun ini sudah pasti akan ada yang masuk siang. Biar sama-sama merasakan pernah masuk siang, maka siswa Kelas I yang akan masuk siang nanti. Bedanya, mereka tidak menumpang di sekolah lain,” tambahnya.

Mantan Wakil Kepala Sekolah SMPN 12 Tanjungpinang Timur itu mengatakan, dirinya sudah pengalaman menerima berbagai keluhan orangtua siswa selama tiga kali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah itu.

Masyarakat rata-rata menginginkan anaknya masuk sekolah di sana karena dekat dengan rumahnya. Hanya saja, pihak sekolah tidak bisa menerima semuanya karena yang mendaftar membeludak dan masih dari sekitar sekolah itu.

”Seleksi pertama yang kita lakukan adalah zona tempat tinggal yang paling dekat dengan sekolah. Kalau ternyata jumlahnya lebih, maka seleksi melalui nilai. Dan ini dibenarkan dalam aturan,” ungkapnya.

Selain masyarakat sekitar, harus ditampung juga siswa yang berprestasi baik akademik maupun non akademik. Pantauan di lapangan, banyak orangtua siswa yang pulang dengan wajah lesu karena anaknya tidak tertampung di sekolah itu. Namun, bagi orangtua yang anaknya diterima, mereka nampak ceria dan setia mendengar arahan dari salah satu guru di sekolah itu. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here