Permintaan Tinggi, Nelayan Kewalahan

0
450
LAYANI PEMBELI: Salah satu pedagang pasar ikan Ranai saat melayani pembeli. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – Pemintaan ikan di Pulau Laut sejak dulu tidak pernah berkurang. Bahkan, sering terjadi peningkatan permintaan karena tingginya masyarakat mengkonsumsi ikan.Hanya saja, permintaan ini kadang tidak bisa diimbangi oleh nelayan lantaran sarana pendukung yang tidak memadai.

Camat Pulau Laut Sudirman menjelaskan, di wilayahnya terdapat ratusan masyarakat nelayan. Ia menjelaskan, saban hari nelayan melaut mencari ikan dengan cara-cara tradisional. Dominannya, para nelayan masih menggunakan kendaraan pompong dan alat pancing kail serta jaring sederhana untuk menangkap ikan.

”Di Pulau Laut kemampuan nelayan harus ditingkatkan. Sebab, mereka yang kita andalkan untuk memenuhi kebutuhan ikan masyarakat baik secara lokal maupun nasional. Kebutuhan ini kian hari kian meningkat,” kata Sudirman di Pulau Laut, kemarin, melalui sambungan telepon.

Kemampuan nelayan masih tergolong tradisional itu, diperparah lagi dengan ketersediaan sarana pendukung yang sangat susah diakses oleh nelayan. Ia mencontohkan, es batu sebagai sarana pendukung mereka tidak bisa didapatkan secara maksimal di Pulau Laut.

Selama ini, mereka mencetak es hanya dengan cara swadaya menggunakan kulkas rumahnya masing-masing. Sementara daya listrik untuk memproduksi es belum maksimal, karena listrik PLN baru bisa menjangkau satu desa saja di wilayah kecamatan itu.

”Kendala utama mereka sedari dulu adalah sarana pendukung seperti es, GPS dan lainnya. Es batu mutlak diperlukan oleh nelayan, untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka. Jika memiliki es yang banyak, maka mereka berani melaut agak ke tengah. Sebaliknya, mereka takut ikan tangkapannya jadi busuk di perjalanan,” terang Sudirman.

Menurutnya, profesi nelayan itu juga harus dihargai oleh pemerintah sebagai pihak yang berada di hulu sektor perikanan nasional. Sebab, hanya nelayan yang sanggup mengarungi laut dari siang hingga malam untuk menangkap ikan. ”Kalau akses mendapatkan sarana dan prasarana pendukung nelayan ini mudah didapatkan. Hal itu sudah membuat mereka merasa dihargai sebagai nelayan,” sebutnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here