Permohonan Paslon Independen Ditolak

0
322
Paslon Edy Safrani-Edy Susanto saat menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Balon Wako dan Wawako ke KPU. F-istimewa

Bakal calon Wali Kota Tanjungpinang dan wakilnya Edi Safrani-Edy Susanto (Duo Edy) yang maju melalui jalur perseorangan mendapat ganjalan untuk lolos menjadi pasangan calon Wali Kota Tanjungpinang di pilwako 27 Juni mendatang.

TANJUNGPINANG – Panwaslu Tanjungpinang memutuskan menolak permohonan yang diajukan Duo Edy. Panwaslu sudah mengeluarkan putusan yang bersifat mengikat bagi kedua belah pihak, sebagaimana di atur dalam Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) 15 tahun 2017 Pasal 42. Keputusan ini diambil, setelah melewati empat kali musyawarah penyelesaian sengketa antara calon perseorangan Edi Safrani dan Edi Susanto (Duo Edy) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang. Pada musyawarah Kamis Kamis (18/1), belum menemukan kata sepakat.

Sengketa pilkada antara bakal pasangan calon Perseorangan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Edi Safrani dan Edi dengan KPU Tanjungpinang, bermula paslon Edi-Edy mengunggat KPU Tanjungpinang, karena pasangan ini merasa dirugikan. Sebab KPU sebagai pihak penyelenggara Pemilu telah mencoret KTP Siak maupun KK pendukung Duo Edy, hingga menyebabkan sekitar 7.779 dukungan yang dicoret.

Awalnya, paslon perseorangan menyerahkan sekitar 15.000 dokumen dukungan. Baik itu, dokumen dukungan berupa fotokopi KTP Siak, KTP-el, KK hingga surat keterangan (Suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang.

Ternyata, hanya sekitar 7.221 dokumen dukungan yang memenuhi syarat pencalonan. Jadi, paslon perseorangan ini kekurangan dukungan sekitar 7.400 dokumen dukungan, serta menambah dokumen dukungan dua kali lipat, yaitu sebanyak 14.800 dokumen dukungan.

”Maka sesuai amanat yang telah diatur dalam Perbawaslu No.15 Tahun 2017 tentang Penanganan Penyelesaian Sengkata, Pimpinan Musyawarah Menetapkan Putusan Musyawarah dengan berbagai pertimbangan, maka panwaslu menolak gugatan calon independen,” ujar Muhamad Zaini Komisioner Panwaslu Tanjungpinang sekaligus salah satu pimpinan sidang, kemarin.

Menurutnya, dengan memperhatikan UU 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, Perbawaslu 15 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Sengketa pilkada dan PKPU No. 3 Tahun 2017 tentang Tahapan Pencalonan serta dengan berbagai pertimbangan fakta musyawarah menolak keseluruhan permohonan pemohon. Selain itu panwas juga mempertimbangkan keterangan para pihak, saksi dan alat bukti. Putusan itu dibacakan dalam musyawarah tersebut. Selesai pembacaan putusan, pimpinan musyawarah langsung menuju Batam, dalam agenda Rakor Sentra Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu) yang diadakan oleh Bawaslu Kepri, yang dihadiri oleh Panwaslu, Kasat Reskrim Polres dan Kasi Pidum Kejari Se-Kepri.

Zaini berharap putusan yang telah diputuskan agar dijalankan. Ia membeberkan sengketa pilkada antara KPU dengan calon perseorangan adalah sengketa pilkada pertama yang ditangani Panwaslu.

Balon Walikota Tanjungpinang, Edy Safrani mengatakan, ada sebanyak 7.400 dokumen dukungan yang belum dijalankan pemeriksaannya secara faktual oleh KPU Kota Tanjungpinang. Kemudian, ada juga sekitar 1.666 KTP Siak dan 4.218 KK yang tidak terakomodir oleh KPU sebagai salah satu syarat penenuhan dukungan seperti ketentuan yang berlaku. Sementara berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 200a ayat 4, menyatakan, syarat dukungan perseorangan terdaftar pemilih KTP elektronik sejak Januari 2019 nanti. ”Inikan baru 2018. Satu tahun lagi baru tahun 2019,” ucap dia.

Menurutnya, ada juga sebanyak 1.029 dokumen dukungan yang tidak ditemui orangnya saat dilakukan verifikasi. ”Macam mana mau ketemu dengan orang tersebut, petugas datang ke rumah pendukung pagi atau siang atau sore. Jam-jam segitu orang sedang kerja. Dan itu, mereka tidak mau memberitahukan secara cepat. Ini sudah dekat rapat pleno, baru kita dikabari. Macam mana kita mau mencari lagi orang tersebut segitu banyak,” tegas dia.

Dengan begitu banyak dokumen pendukung tidak masuk dalam dukungan yang dilaporkan ke KPU sebagai termohon di Panwaslu Kota Tanjungpinang. ”Senin (15/1) ini sidang sengketa yang ke tiga dan keempat,” ujarnya.

Ia yakin bisa lolos sebagai pasangan calon. Sebelumnya, Edi Susanto optimis bisa lolos administrasi dan bisa berkompetisi dengan calon laina. Ia juga sudah mempersiapkan tim pemenangan dan relawannya.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here