Persoalan ABH Tergolong Tinggi

0
568

KARIMUN – HINGGA bulan September ini, tercatat 12 anak di bawah umur yang bermasalah dengan hukum atau istilahnya Anak Bermasalah dengan Hukum (ABH). ”Kami menilai kasus ABH di Karimun tergolong tinggi. Mereka terjerat dengan kasus pencurian sepeda motor, dan pencurian jenis lainnya,” kata Faisal Taufiq, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinas Pengendalian Penduduk P2KB), Karimun, Selasa (19/9).

Anak di bawah umur yang tertangkap, menjalani proses hukum di Polres dan Polsek. Meskipun anak tersebut dikembalikan kepada kedua orangtua, untuk mendapatkan pembinaan. Namun, tetap saja si anak dikatakan masuk pada kategori bermasalah dengan hukum.

Baca Juga :  Proyek APBD Selesai Akhir Tahun

Penyebab tingginya ABH, karena minimnya perhatian dan kasih sayang orangtua. Hal itu ditambah dengan pergaulan bebas anak-anak, dan keinginan untuk memiliki sesuatu benda umumnya hape dan sepeda motor. Dengan tujuan, untuk bisa tampil di hadapan temannya dengan gaya hidup ada hape dan sepeda motor.

Ia mengimbau, orangtua agar mendidik anaknya dengan baik. Tidak dengan melakukan kekerasan fisik, dan memberikan hukuman bentuk lainnya. Menurutnya, perubahan sikap anak harus disikapi dengan baik. Tidak dengan amarah, sehingga anak merasa nyaman didalam rumah bersama orangtua.

Baca Juga :  Pansus RPJMD Konsultasi ke Bappenas

Di tempat terpisah, Kapolsek Meral AKP Badawi menerangkan, belum lama ini mereka mengamankan R (17) anak di bawah umur karena kedapatan mencuri handphone. Anak tersebut sebelumnya sudah terlibat kasus hukum yakni perbuatan serupa di wilayah hukum Polsek Tanjung Balai Karimun.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here