Pertamina Didorong Bangun Depo

0
61
DEPUTI Bidang Koordinasi SDM dan Jasa Kemaritiman, Agung Suwandono di dampingi oleh Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris SH F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Deputi Bidang Koordinasi Bidang Sumber Daya Alam, dan Jasa Kemenkomaritiman Agung Suwandono mengatakan, pihaknya akan mendorong Pertamina untuk menambah kouta Bahan Bakar Minyak (BBM) serta membangun Depo di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

ANAMBAS – Menurut dia, langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi kekurang kouta BBM agar tidak terjadi kelangkaan.

”Kita hanya bisa mendorong kepada Pertamina, dapat memenuhi permintaan masyarakat Anambas yang sangat membutuhkan BBM, apalagi didaerah ini dominasi oleh nelayan yang membutuhkan BBM untuk pergi melaut,” ujar Agung, usai rapat Koordinasi Peningkatan aksesbilitas energi untuk percepatan pembangunan di KKA, Kamis (11/8).

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya akan mendorong Pertamina menerapkan BBM satu harga. Terpenting adalah, bagaimana merobah pola pikir agar tidak hanya memikirkan bisnis yang berujung pada keuntungan namun berpikir bagaimana memenuhi kebutahan masyarakat.

”Jangan membangun karena memikirkam keuntungan, tetapi bangunlah sesuai kebutuhan masyarakat. Saya ada dengar, kalau kebutuhan BBM Anambas sudah 80.000 kilo liter maka dibangun depo. Ini yang salah, kalau ditunggu seperti itu maka bisa 5-10 tahun mendatang terwujud. Kemudian ini juga akan mempengaruhi perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Agung juga telah memiliki terobosan baru, yang butuh koordinasi dengan lintas kementerian tentang depo terapung menggunakan kapal tanker illegal yang persidangannya sudah memiliki hukum tetap. Untuk ditempatkan di daerah Natuna dan Anambas, yang dapat mengatasi persoalan BBM.

”Saya pikir kalau kapal-kapal tangker hasil tangkapan, yang ada sebaiknya dijadikan depo terapung. Maka tidak akan kemana mana, untuk mengatasi persoalan BBM di Anambas,” tukasnya.

Sementara itu, Abdul Haris SH selaku Bupati Kepulauan Anambas mengatakan, pihaknya kekurangan kuota bahan bakar minyak (BBM).

Keluhan tersebut, langsung disampaikan kepada rombongan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Apalagi, kedatangan deputi merupakan kali ke dua ke Anambas.

”Kebutuhan BBM Anambas mencapai 60.920 kiloliter per tahun, sementara kuota BBM saat ini tidak sampai segitu. Bahkan sangat kekurangan,” jelas Haris.

Ia juga menyebutkan, kebutuhan BBM meliputi minyak tanah untuk keperluan rumah tangga.

Sementara, solar kebutuhan nelayan, kapal yacht, PLN, solar industri untuk perusahaan migas, keperluan solar bagi kapal patroli keamanan dan pertahanan serta premium transportasi darat.

”Untuk minyak tanah, distribusinya hanya 8 liter per kepala keluarga dalam satu bulan. Ini banyak keluhan ibu rumah tangga, agar menambah kuota minyak tanah menjadi 20 liter perbulan. Begitu juga dengan solar maupun premium,” tuturnya.

Haris berharap, kunjungan kedua Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim bisa menjawab kebutuhan masyarakat Anambas akan BBM. Sehingga, bisa mendorong membangun depo minyak di Anambas untuk mengurangi kost masyarakat.

”Ini kunjangan kedua rombongan Deputi ke Anambas, kami berharap penambahan kuota BBM bisa terealisasi. Kami juga butuh pembangunan depo di Anambas, agar mengurangi cost masyarakat dan mencegah kelangkaan BBM ketika musim angin utara. Karena pada saat musim utara, kerap terjadi kelangkaan BBM yang diakibatkan kapal pengangkut minyak tidak bisa berlayar,” pungkasnya. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here