Pertamina Jamin BBM Tersedia untuk Lebaran

0
629
BERLABUH: Salah satu roro angkutan penumpang dan barang berlabuh di Pelabuhan Telagapunggur, Batam. f-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk lebaran diprediksi naik 20 persen lantaran arus transportasi untuk mudik melonjak. Agar tidak ada kendala dengan kebutuhan BBM transportasi, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah menghubungi pihak Pertamina untuk menanyakan persiapan mereka.

”Saya sudah bicara dengan orang Pertamina. Mereka sudah siapkan stok minyak. Jadi tidak ada kelangkaan nanti,” ujar Nurdin, Kamis (8/6) di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. Nurdin mengatakan, mobilisasi transportasi laut dan darat akan padat. Sehingga, jangan sampai minyak di SPBU dan stasiun pengisian minyak untuk kapal di laut kosong. Jauh hari, dirinya sudah membahas berbagai kebutuhan untuk transportasi selama arus mudik dan balik lebaran nanti. Termasuk kebutuhan BBM di daerah pulau jangan sampai kosong.

Selain persoalan kebutuhan BBM, Gubernur juga meminta agar KSOP memastikan kelayakan semua kapal yang akan mengangkut penumpang dan barang nanti. Demikian juga dengan kondisi pelabuhan baik trestle, ponton dan ruang tunggu serta pintu masuk harus diperhatikan jangan sampai ada yang membuat penumpang tidak nyaman. Soal adanya sejumlah ponton pelabuhan yang sudah keropos, Gubernur meminta itu menjadi perhatian besar yang secepatnya harus diselesaikan sebelum puncak arus mudik.

Berdasarkan perhitungan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, arus mudik lebaran tahun ini diprediksi naik hingga 20 persen baik melalui transportasi darat, udara dan laut. Meski mengalami peningkatan, Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Kolonel Jamhur Ismail mengatakan, untuk mengatasinya adalah dengan membuka rute baru roro di beberapa tempat yang dianggap paling prioritas.

Untuk menanggulangi membeludaknya pemudik antarpulau di Pelabuhan Domestik Tanjungpinang, Batam dan Bintan, pihaknya telah menekankan pada operator dan KSOP untuk menambah slot rute pelayaran yang dilaksanakan mengacu pada kondisi dan jumlah penumpang mudik di pelabuhan. Khusus antarpulau, angkutan mudik masyarakat akan dilayani sejumlah kapal feri cepat yang sebelumnya sudah beroperasi di sejumlah pelabuhan di Kepri.

Untuk angkutan laut ke sejumlah pulau dan antarprovinsi, akan dilayani empat kapal Pelni dan Perla seperti KM Bukit Raya, Sabuk Nusantara 30, Sabuk Nusantara 32 dan Sabuk Nusantara 39. Di Batam, ada juga kapal Pelni yang melayani penumpang Batam-Medan dan sebaliknya. Hari biasa, kapal ini berlayar sekali seminggu. Namun untuk puncak lebaran, biasanya berlayar 2-3 kali seminggu.

Angkutan udara akan dilayani di hampir semua bandara di Kepri kecuali Tambelan yang tahap pembangunan. Untuk Natuna, Dabo termasuk Anambas ada kapal perintis (subsidi). Angkutan darat selama ini tidak ada masalah. Karena banyak angkot, taksi, Damri, maupun kendaraan pribadi. Arus lalulintas darat akan lebih lancar karena sudah disiapkan beberapa pola pelayaran roro Tanjunguban-Batam.

Salah satu polanya adalah, apabila kendaraan bermotor cukup padat, maka roro akan diminta untuk berlayar hingga malam. Dalam pelaksanaan operasi angkutan lebaran, Pemprov Kepri melaksanakan pengamanan keadaan darurat dengan melakukan koordinasi antarinstansi terkait terhadap keadaan darurat di darat, laut dan udara. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here