Pertamina Paksa Beli Bright Gas 5,5 Kg

0
874
ANTRE: Akibat kelangkaan gas, warga mengantre untuk mendapatkan gas 3 Kg saat operasi pasar gas di SPBU Batu 7, Selasa (5/9). f-raymon/tanjungpinang pos

Gas Melon Langka

TANJUNGPINANG – Masyarakat makin curiga dengan Pertamina akibat kelangkaan gas 3 Kg atau gas melon yang terjadi belakangan ini. Warga menduga hal ini dilakukan agar perlahan-lahan masyarakat berganti menggunakan Bright Gas 5,5 Kg yang bukan subsidi.
Meski gas melon langka, namun warga tetap bertahan karena tak mampu membeli gas yang mahal itu.

Akibat kelangkaan gas 3 Kg atau gas melon beberapa hari belakangan ini, warga menyerbu operasi pasar gas yang digelar di SPBU Batu 7 Tanjungpinang, Selasa (5/9). Warga rela mengantre panjang untuk mendapatkan gas. Setiap warga dibatasi pembelian yang mana satu orang hanya mendapatkan dua tabung gas.

Rosmawati, ibu rumah tangga mengatakan, akibat kelangkaan gas, sudah tiga hari dirinya kesulitan mendapatkan gas 3 Kg. Kelangkaan itu, kata dia, membuat aktivitas masak-memasak di dapur terkendala. ”Heran juga saya, kok bisa tak ada gas. Apa maksud Pertamina ini. Padahal itu sangat penting bagi masyarakat, sudah tiga hari saya tidak masak, jadi beli makanan di warung,” katanya.

Baca Juga :  Ada Pawai dan Pesta Rakyat

Abu Rahman, mengeluh langkanya tabung gas 3 Kg di Tanjungpinang. Dengan kelangkaan gas melon terpaksa harus mengirit dalam penggunaan gas. ”Sudah 3 hari tidak ada gas 3 Kg di warung, makanya senang sekali hari ini ada operasi pasar gas,” sebutnya.

Pengawas Lapangan PT Mulia Bintan Sejahtera, Sarjonta Sembiring menyebutkan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk melakukan operasi pasar LPG 3 Kg demi mengantisipasi kelangkaan gas di Tanjungpinang. ”Ini dilakukan untuk menyuplai stok LPG 3 Kg di Tanjungpinang, agar tidak langka,” tuturnya.

Sarjonta menjelaskan, untuk kebutuhan Kota Tanjungpinang, dari PT Mulia Bintan Sejahtera berdasarkan koordinasinya dengan Pemerintah Kota hanya dapat menyuplai per harinya 3 trip operasi pasar. ”Satu tripnya, lori berisi 560 tabung gas LPG 3 Kg dengan harga pertabungnya Rp 15 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Cuek Soal Dana Reklamasi

Menurutnya, pada operasi pasar kemarin, per orangnya hanya diperbolehkan untuk membeli 2 tabung gas saja, tidak boleh lebih. Hal itu dilakukan agar seluruh warga bisa kebagian. ”Per orangnya hanya dapat membeli 2 tabung gas saja tidak boleh lebih karena itu sudah aturan yang berlaku, agar setiap warga kebagian,” ujarnya.

Persediaan Gas 3 Kg Terjamin
Meski masyarakat sudah merasakan kelangkaan gas di Tanjungpinang tiga hari belakangan ini, namun Diskominfo Kota Tanjungpinang tetap mengaku stok gas terjamin. Bahkan, masyarakat Tanjungpinang diminta untuk tidak panik dan terpengaruh isu pencabutan peredaran gas 3 kilogram. Kekosongan persediaan gas 3 kilogram usai libur panjang Hari Raya Idul Adha 1438 H, lebih disebabkan oleh terhentinya sementara suplai gas 3 kilogram ke pangkalan-pangkalan.

Baca Juga :  10 Tahun Tanpa Konversi Mitan Ke Gas

Pasca libur panjang Idul Adha, sejak Senin (4/9) lalu, tiga agen, yakni PT Bumi Kharisma Pratama, PT Mulia Bintan Sejahtera, dan PT Adri Jaya Sakti telah melaksanakan pendistribusian gas 3 kilogram ke pangkalan-pangkalan seperti biasa. Dinas Pardagangan dan Perindustiran Kota Tanjungpinang, sejak Senin (4/9) lalu telah melaksanakan pantauan ke beberapa pangkalan dan pemilik pangkalan menyatakan bahwa pasokan gas 3 kilogram telah berjalan normal. Namun isu kelangkaan dan isu penarikan gas 3 kilogram yang terlanjur berkembang menyebabkan panic buying. (cr27/dri/aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here