Pertamina Tambah 1.120 Tabung

0
438
CEK GAS: Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Bintan Dian Nusa mengecek pasokan gas bersubsidi di Pertamina. F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

Bupati Instruksikan Operasi Pasar Gas Bersubsidi

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi menginstruksikan agar Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bintan untuk mencari solusi, berkoordinasi dengan pengecer, agen hingga ke SPBE, sebagai antisipasi kelangkaan gas bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram.

Pihak Pertamina langsung menambah pasokan gas elpiji mencapai 1.120 tabung, Senin (4/9) kemarin. ”Dinas Koperasi UKM dan Perindag sudah menelusuri kekosongan gas elpiji bersubsidi hingga tingkat pengecer. Guna mengetahui, apakah kekosongan dikarenakan ada indikasi penimbunan atau karena tren permintaan gas elpiji sedang tinggi,” ujar H Apri Sujadi, di sela penyembelihan hewan kurban di Kantor Bupati Bintan, Senin (4/9) kemarin.

”Solusi strategis untuk antisipasi kelangkaan gas bersubsidi itu, harus dibuka operasi pasar, bersama pihak Pertamina, Satgas pangan maupun dengan Polres Bintan,” sambung bupati.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Bintan mengatakan, pihaknya bersama agen gas elpiji, SPBE dan Pertamina sudah berkoordinasi dan menambah pasokan tambahan di wilayah Bintan Utara, Teluk Sebong dan Seri Kuala Lobam, Senin (4/9). ”Untuk wilayah Bintan, normalnya dipasok gas elpiji 3 kilogram itu sebanyak 6.160 tabung, atau setara dengan 11 Loading of Order (LO) setiap harinya. Pasokan tersebut disalurkan melalui 3 agen,” katanya.

Ia menyebutkan, pasokan tambahan sebanyak 1.120 tabung atau sebanyak 2 LO langsung disebar ke masyarakat. 1 LO didistribusikan melalui SBPU di Tanjunguban, dan sisanya 1 LO akan disebar di 2 kecamatan lainnya. ”Kami utamakan di wilayah Tanjunguban dulu, karena ini paling parah kelangkaannya. Selanjutnya, Rabu besok akan adakan rapat dengan pihak terkait, untuk membahas soal pasokan gas elpiji ini,” sebutnya.

Ia menambahkan, kelangkaan elpiji 3 kg di kalangan pengguna rumah tangga diduga dikarenakan adanya aksi borong tabung gas di kalangan pelaku usaha. Sehingga pasokan gas tersedot banyak untuk pelaku usaha tersebut. ”Kami akan atur regulasi agar pelaku usaha ini tidak beli dalam jumlah besar. Mereka harus pakai gas elpiji yang 5,5 kg atau 12 kg,” tambahnya.(YENDI-JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here