Pertamina Tanjunguban Siaga Satu

0
736
AWASI PERAIRAN: Tim Pertamina Tanjunguban mengawasi perairan untuk antisipasi penyebaran tumpahan minyak, saat melakukan simulasi pengawasan, Kamis lalu. f-istimewa

Tangki Premium Terbakar, BBM Tangker Tumpah

TANJUNGUBAN – Suasana di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina mendadak menjadi mencekam dan riuh. Tangki timbun berkapasitas 12.000 KL bermuatan premium terbakar, saat bersamaan kesalahan prosedur lepas sandar tongkang OB Makmur mengakibatkan terjadinya tumpahan bahan bakar minyak (BBM) di perairan laut Dermaga VI Pertamina Tanjung Uban.

Kejadian pada pukul 09.00 WIB berawal dari dilaksanakan transfer BBM dari tanki Premium T-138 yang menimbulkan bunga api dan menyulut uap BBM yang ada di area bundwall. Kemudian, mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Seorang pekerja kontraktor yang berada di area tangki yang terbakar berusaha memadamkan api yang mulai membesar. Namun akibat cuaca yang cenderung berangin, membuat api cepat membesar. Merasa jiwanya terancam ia segera lari menuju tempat yang aman. Namun nahas, saat mencoba melarikan diri ia terjatuh dan tidak sadarkan diri.

PPukul 09.05, berdasarkan informasi tersebut, Sabaruddin Abadi Baros, Operation Head Tanjunguban segera menyatakan keadaan darurat, dan Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Tanjunguban diaktifkan, yang ditandai dengan isyarat sirene panjang selama 60 detik.

Pada pukul 09.18, korban yang terjebak berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Dikarenakan api masih terus berkobar dan dikhawatirkan akan meluas, kemudian diperintahkan kepada kapal yang sedang sandar, untuk melakukan prosedur lepas sandar, dari Dermaga Pelsus Tanjunguban.

Namun lagi-lagi kesalahan terjadi pada prosedur dan komunikasi pada proses lepas sandar OB Makmur yang lepas sandar dari Dermaga VI, mengakibatkan pipa loading transfer pada manifold terjatuh ke laut. Sehingga sisa BBM di dalam selang penyaluran tumpah di permukaan laut dan terjadinya pencemaran laut.

Tim Marine Pertamina Tanjunguban dan Lindungan Lingkungan Perairan (LLP) Tanjunguban langsung melaksanakan upaya penanggulangan pencemaran laut. Kebakaran berhasil diatasi pada pukul 10.30. Keadaan darurat dinyatakan berakhir pada pukul 10.40, ditandai dengan isyarat sirene putus-putus selama 30 detik.

Tidak hanya berhenti di situ, akibat adanya tumpahan minyak yang sempat mencemari perairan warga, terjadi juga huru-hara warga pada pintu masuk kompleks Pertamina Tanjunguban. Kondisi tersebut lantas diatasi dengan baik oleh anggota keamanan Pertamina yang dibantu oleh tim Polres Bintan. Warga akhirnya membubarkan diri setelah perwakilannya diterima dengan baik, oleh Operation Head Pertamina Tanjunguban.

Rangkaian kejadian di atas merupakan kegiatan simulasi keadaan darurat yang dilaksanakan Pertamina Tanjunguban, Kamis lalu. Kegiatan simulasi ini rutin dilaksanakan setiap tahun.

”Kami melakukan simulasi keamanan dan kebakaran ini untuk melakukan uji kesiapan personel, yang berada di wilayah kerja Pertamina Tanjunguban. Kegiatan simulasi ini diharapkan, keahlian dan kesiapan personel dapat lebih meningkat, untuk mengantisipasi atau menghadapai kondisi yang sebenarnya,” kata Sabaruddin Abadi Baros, Minggu (3/12) kemarin. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here