Pertegas Sanksi Hukum, Polres Gelar FGD Cegah Karhutla

0
437
Kapolres Tanjungpinang saat menyampaikan materi di pencegahan dan penanggulangan Karhutla di FGD yang digelar di Bintan Plaza, Tanjungpinang, Kamis (15/8).

TANJUNGPINANG – Setelah menggelar apel koordinasi penangulangan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) pada Selasa (13/8/20-19), Polres Tanjungpinang langsung menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas TNI- POLRI, Pemerintah dan Masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla di lantai 2 Ball Room Hotel Bintan Plaza Jalan MT. Haryono KM. 3 pada Kamis (15/8/2019).

Menurut Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SIK, MH “FGD tersebut wujud peran Polres Tanjungpinang dalam menyikapi Karhutla. Dengan terselenggaranya kegiatan FGD diharapkan menghasilkan output untuk menguatkan prioritas penanggulangan Karhutla yang dicanangkan pemerintah RI oleh Bapak Presiden dan komitmen Polres Tanjungpinang dengan jumlah Personel sebanyak 550 dapat membantu untuk menanggulangi terkait kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolres.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Satuan Binmas dan seluruh Bhabinkamtibmas Polres Tanjungpinang, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang ( Basarnas ) Mu’min, Satpol PP Kota Tanjungpinang, Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Kelurahan se-Kota Tanjungpinang dan RT se-Kota Tanjungpinang dengan total yang hadir sekitar 75 orang.

Baca Juga :  Warga dan Satgas TMMD Nonton Bareng di Kantor Desa

Pemateri FKD itu yakni Kapolres yang juga hadir sebagai pemateri bersama Kabid Penanggulangan Damkar Kota Tanjungpinang Nanang Hery Kuswanto dan Kasi Penanggulangan KASDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPHP Unit IV Bintan / Tanjungpinang Andi Sandri, SH.
Menurut Kapolres Kota Tanjungpinang diuntungkan dengan letak geografis yang semua wilayahnya mudah dijangkau.

“Kita bisa meninjau dari sistem menejerial di pemerintahan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan ini, pemerintah pusat juga sudah memprioritaskan terkait dengan Karhutla,” kata Kapolres.

Polri, dalam hal ini Polres Tanjungpinang, sambung Kapolres, telah mempersiapkan Satgas Karhutla dengan spesifikasi peralatan yang telah disiapkan Polda Kepri untuk meningkatkan kecepatan memadamkan Karhutla. Polres Tanjungpinang juga telah mempersiapkan unit tindak penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Puteh Siap Bantu Jadi Fasilitator Papua

“Karhutla ini sudah menjadi perhatian kita semua. Untuk itu mari kita saling bantu dan bahu membahu dalam mencegah terjadinya Karhutla,” pintanya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Damkar Kota Tanjungpinang Nanang Hery Kuswanto menyampaikan, di Kota Tanjungpinang sampai saat ini telah terjadi sebanyak 168 kejadian kebakaran dan didominasi dengan kebakaran lahan atau hutan.

“Oleh karena itu perlunya kesadaran, peran serta dan dukungan dari masyarakat untuk membantu dalam menjaga lingkungan dari kebakaran. Ke depan akan dibentuk Barisan Relawan Kebakaran di masing-masing Kelurahan dan apabila masyarakat mengetahui terjadi kebakaran dapat menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran 077124949 serta memberi alamat yang jelas untuk mempercepat proses evakuasi,” kata Nanang Hery Kuswanto.

Baca Juga :  Mayoritas Perdagangan Dunia Mengakses Wilayah Kepri

Menurutnya, dalam UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jelas tertuang pada pasal 69 ayat (1) huruf H bahwa setiap orang dilarang pembukaan lahan dengan cara membakar. “sanksinya sesuai pasal 108bisa dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Kasat Binmas Polres Tanjungpinang AKP Tasriadi mengapresiasi para peserta yang datang pada FGD tersebut sebagai salahs atu bentuk dan dukungan serta keseriusan bersama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla. (*/jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here