Pertimbangkan Tanjungpinang Jadi Kota Industri

0
983
PENGERJAAN pembangunan pelabuhan bongkar muat barang di Pelantar II Tanjungpinang, masih berlangsung.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sebagian wilayah Tanjungpinang yang termasuk dalam zona perdagangan bebas (FTZ) merupakan modal besar jikalau Tanjungpinang ingin maju sebagai kota industri.

Akademisi cum peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Murti Lestari memaparkan hal ini pada bincang kopi pagi bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang di aula kantor wali kota di Senggarang, Senin (6/8). Menurutnya, ada baiknya menjadikan Tanjungpinang sebagai kota industri bisa dipertimbangkan.

“Sebab banyak daerah lain yang ingin punya FTZ, tapi tidak bisa. Di sini sudah ada belasan tahun tapi belum maksimal,” ungkapnya.

Murti menilai, Dompak dan Senggarang sebagai zona bebas yang dimiliki Tanjungpinang bisa memberikan dampak luar biasa bila dioptimalisasi fungsinya. Dengan begitu, investasi yang hingga kini tampak seret di ibu kota bisa terus berlipat ganda yang kemudian bermuara pada penerimaan daerah.

Baca Juga :  Nurdin Tinjau Lokasi Pembangunan Stadion

“Optimalkan pelabuhan yang dimiliki. Karena hasil riset saya, ada banyak barang yang masuk ke Tanjungpinang, tapi setelah itu kapal itu pergi dengan muatan kosong, kalau pun ada hanya barang bekas. Ini kan pertanyaan besar, ada apa dengan investasi di kota ini,” bebernya.

Karena investasi yang seret pula, sambung Murti, sejauh ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tanjungpinang masih bergantung penuh pada pemerintah. Untuk memutuskan ketergantungan ini, Murti beranggapan investasi adalah solusinya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Tanjungpinang, Den Yealta menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah mengupayakan pembangunan pelabuhan yang memadai untuk industri di Dompak dan Senggarang.

Baca Juga :  Sewa Kiosnya Terlalu Mahal

Utamanya di pulau Dompak. Den menyebut, permasalahan yang membuat pembangunan di Tanjungmoco sempat tertunda dalam kurun waktu yang cukup lama adalah soal penurunan status.

“Itu mengapa kemudian Kemenhub batal mengucurkan dana pembangunan pelabuhan. Sejak 2017 statusnya sudah kembali lagi ke pelabuhan pengumpul. Besok 9 Agustus akan dilakukan peletakan batu pertama,” jelasnya.

Cita-cita besar ditambatkan pada pelabuhan Tanjungmoco. Pelabuhan yang bisa melayani ekspor, kata Den, adalah target realistis BP Kawasan Tanjungpinang. Sebab, dalam rencana jangka panjangnya, kawasan bebas di Dompak akan lebih difokuskan untuk menopang industri, sedangkan di Senggarang sebagai Central Business District (CBD) atau daerah pusat kegiatan. (tih)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here