Pertokoan di Kota Lama Tutup, Ekonomi Lemah

0
605
WARGA tionghoa berjalan di ruko kawasan Kota Lama yang sedang tutup, dalam suasana Imlek, Jumat (16/2) kemarin.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kondisi ekonomi pasar lemah, karena sejumlah toko dan warung milik warga tionghoa tutup, Jumat (16/2) kemarin. Pantauan di lapangan, aktivitas perdagangan sebagian lumpuh seperti di bawah hotel, pasar baru, pertokoan di jalan pasar ikan serta di jalan Merdeka tutup. Asun seorang warga mengatakan, pertokoan nyaris semuanya tutup, karena pemilik merayakan tahun baru Imlek. Sementara, para pedagang di Kota Lama ini yang berjualan mayoritas orang tionghoa.

”Kalau Hari Raya Imlek, kita melakukan acara keluarga. Jadinya, toko dan aktivitas bisnis lain, tutup,” katanya.

Baca Juga :  Warga Kampung Wonosari Minta PJU

Asun menyebutkan, di Hari Raya Imlek, memang seluruh aktivitas bisnis dan lainnya berhenti atau libur. Pasalnya, sebagian besar warga Tionghoa berkumpul atau saling berkunjung sesama keluarga yang sudah menjadi tradisi dan teru dilestarikan.

”Keluarga yang ada di perantauan saja akan pulang kampung, agar bisa berkumpul bersama rayakan Imlek,” sebutnya.

Aktivitas toko akan kembali normal, lanjut Asun menuturkan, tiga hari setelah perayaan Imlek. Pertokoan akan buka sebagian. Toko akan buka menyeluruh, seminggu kemudian.

”Yang punya orang kita (tionghoa) bukanya, biasa minggu atau senin. Namun para pedagang lain kemungkinan besok sudah buka toko,” jelasnya.

Baca Juga :  Momen Idul Adha, Pembeli Daging Sapi Segar Berkurang

Asun berharap dengan pergantian dari tahun ayam menjadi tahun anjing dapat meningkatkan perekonomian di Tanjungpinang. Dengan begitu makin banyak orang yang berbelanja. Tentunya roda prekonomian berputar.

”Banyak orang berbelanja, uang cepat berputar. Kita dapat memutar modal usaha dengan cepat,” ujarnya. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here