Pertumbuhan Ekonomi Kepri Naik

0
787
pertubuhan f-net

BATAM – Ekonomi Kepri dinilai mengalami ‎pertumbuhan cukup baik hingga saat ini. Bahkan, menurut Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, untuk sementara diluar perkiraan. Proyeksi awal, pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2018, sekitar 2,7 hingga 3,1 persen. Realisasinya, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 4,47 persen (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya (2017) sebesar 2,57% (yoy).

Hal ini dikatakan Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra sembari mengingatkan jika pertumbuhan itu harus dijaga bersama. Sehingga pada akhir tahun, pertumbuhan ekonomi tahunan bisa diatas target. “Pertumbuhan itu masih kuartal pertama. Memang realisasi saat ini diatas proyeksi. Tapi arahnya sama,” kata Gusti.

Disebutkan, pertumuhan ekonomi itu dipengaruhi perbaikan kinerja investasi. Kinerja investasi meningkat 6,49 persen, di dorong kinerja investasi bangunan dan non bangunan. Iinvestasi membaik di sektor kontruksi, industri pengolahan dan pertambangan. “Tapi paling signifikan naik, sektor (industri pendukung) pertambangan,” sambungnya.

Baca Juga :  IHLC Bawa Pengusaha Indonesia Promosi di Dubai dan Jeddah

Dibeberkan, investasi bangunan tumbuh menguat sebesar 6,05 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,96 persen (yoy). Investasi non bangunan tumbuh sebesar 5,35 persen (yoy), naik cukup signifikan dibanding triwulan sebelumnya yang terkontraksi 3,34 persen (yoy). Net ekspor masih mencatatkan kontraksi terutama bersumber dari penurunan ekspor luar negeri.

“Konsumsi pemerintah tumbuh menguat 9,00 persen (yoy) lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,01 persen (yoy). Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh melambat menjadi 6,50 persen (yoy) dari 6,61 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya,” beber dia.

Menurut Gusti, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi bersumber dari perbaikan kinerja sektor industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan. Kinerja sektor industri mengalami pertumbuhan 4,43 persen (yoy). Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan produksi kapal dan struktur terapung lainnya, serta produk-produk dari besi baja.

Baca Juga :  Menteri Agama Puji Kerukunan di Kepri

“Investasi bangunan dan sektor konstruksi juga tumbuh 5,08persen (yoy) dari terkontraksi 0,18 (yoy) triwulan sebelumnya. Sektor perdagangan tumbuh sebesar 5,84 persen (yoy). Itu dipengaruhi oleh tingginya tingkat kunjungan wisman pada triwulan laporan yang tumbuh 27,27 persen (yoy) dibanding triwulan lalu 17,23 persen (yoy),” imbuhnya.

Dijelaskan, membaiknya perekonomian Kepri pada triwulan-I 2018 turut mendorong kinerja perbankan. Dimana, kinerja perbankan (bank umum dan BPR konvensional) pada triwulan I-2018 membaik dibandingkan triwulan sebelumnya tercermin dari peningkatan pertumbuhan Kredit.

“Kredit (berdasarkan lokasi proyek) tercatat tumbuh menguat 7,25% (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2017,” ujar Gusti.

Baca Juga :  Nurdin Lanjutkan Program RTLH

Aktivitas sektor UMKM tumbuh menguat tercermin dari pertumbuhan kredit UMKM sebesar 6,35 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,31 persen (yoy). Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) Kepri berdasarkan lokasi proyek mencatatkan kenaikan menjadi sebesar 93,19 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 91,51 persen.

“Porsi penyaluran kredit bank umum Kepri terbesar adalah pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 15,19 persen dari total kredit, diikuti oleh industri pengolahan 14,29 persen dan sektor transportasi, gudang dan komunikasi 10,35 persen,” papar Gusti mengakhiri. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here