Perumahan Wako Kebanjiran

0
77
Salah satu warga melihat di kawasan perumahaanya di Perumahan Seraya I terendam banjir. F-ISTIMEWA

Dinas PUPR Kerahkan Dua Alat Berat

Perumahaan Walikota Tanjungpinang H Syahrul dan Bupati Natuna H Hamid Rizal di Komplek Taman Harapan Indah Tanjungpinang masih dilanda banjir, Jumat (7/12).

TANJUNGPINANG –  Dua alat berat diturunkan untuk mengatasi banjir di kawasan perumahan tersebut. Perumahan juga masih banjir yaitu Perumahan Seraya I, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Hingga kemarin, warga masih merasakan was-was takut hujan deras turun di tengah malam hari.

Terlebih lagi hujan yang intensitasnya masih lebat. Kawasan tersebut banjir karena sistem drainasenya kecil. Drainase tersebut tidak bisa menampung luapan air. Juga dipicu karena penangganan banjir yang dilakukan Pemko Tanjungpinang belum berjalan baik.

Warga semakin was-was karena hasil prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lokal (lebat) masih akan terjadi hingga Minggu (9/12) ini.

Kamis (6/12) hingga Jumat (7/11) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemko Tanjungpinang mulai melakukan penangganan banjir di kawasan Perumahan Harapan Indah dan Perumahan Seraya I, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Dua alat berat diturunkan ke lokasi untuk melakukan normalisasi drainase.

Penangganan banjir di kawasan Perumahan Seraya I di saksikan Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang (PUTR) Hendri dan kepala OPD lainnya. Hj Rahma meninjau pekerjaan pembersihan drainase yang dilakukan pihak pengembang yaitu PT Sinar Bahagia Group. Kedatangan Hj Rahma ingin memastikan bahwa pekerjaan tersebut berjalan. Terpenting bisa mengatasi banjir yang terjadi di Perumahan Seraya I, Kelurahan Pinang Kencana, Tanjungpinang.

Pantauan di lapangan, hujan yang mengguyur Tanjungpinang pagi itu, masih menyebabkan genangan air di kawasan perumahan itu.

Dampaknya ada 14 rumah beserta satu surau masuk air hujan yang meluap dari drainase di kawasan itu.

Ditegaskannya, pemerintah tidak melarang pengembang melakukan pembangunan. Hanya saja, harus ada komitmen tidak memberikan dampak lingkungan dari pekerjaan itu.

”Jangan sampai karena pembangunan ruko atau apapun mengakibatkan warga rugi. Ada 14 rumah dan satu surau harus masuk air saat hujan turun. Ini kan berat, kasihan mereka harus membersihkan dan mengangkat alat-alat elektronik mereka setiap hujan turun,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos di sela-sela peninjauan.

Hujan kemarin, juga merendam belasan rumah dibeberapa titik. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Kepala Dinas PUTR Kota Tanjungpinang, Hendri beserta Lurah Pinang Kencana, Syamsul memantau pekerjaan normalisasi di kawasan itu.

Diduga banjir di kawasan itu akibat tersumbatnya aliran air ke arah laut Sei Carang, Senggarang.

Hendri menuturkan, dua eskavator dari pengembang yaitu PT Sinar Bahagia Group telah diturunkan menormalisasi drainase di kawasan itu.

Satu eskavator panjang dan yang pendek untuk mengeruk sampah, lumpur dan tanaman yang tumbuh di drainase tersebut.

Hanya saja tidak semua drainase bisa dibersihkan. Ada beberapa lokasi yang membutuhkan ampibi.

Hendri menuturkan, ampibi Pemko masih proses perbaikan. Pekerjaan sementara masih sebatas membersihkan beberapa drainase saja.

”Pekerjaan membersihkan drainase di sudah selesai. Air yang tersumbat di pemukiman perumahan itu bisa mengalir,” ujarnya.

Ia menuturkan, ini hanya penanganan sementara namun diyakini sudah lebih baik. Saat hujan turun air akan lebih cepat mengalir ke kawasan pembuangan.

Hendri pun sudah meminta pekerja pembangunan di kawasan itu membobol gorong-gorong yang kecil yang diduga penghambat pembuangan air.

”Gorong-gorongnya harus dibobol dulu, jadi airnya bisa lebih cepat mengalir,” tutur Hendri meminta kepada pekerja di lokasi itu.

Warga Perumahan Selayar I, Okri mengapresiasi sikap Kadis PUTR Kota Tanjungpinang, Hendri yang turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pengembang pembangunan.

Ia menuturkan banjir di kawasan ini baru terjadi sebulan terakhir. Padahal 10 tahun lalu kawasan itu tidak pernah tergenang meski hujan lebat dengan durasi yang lama.

”Kami jadi bimbang saat hujan turun karena takut air masuk ke dalam rumah seperti hari ini,” ucapnya. (DESI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here