Perusahaan Katering Nunggak Pajak Rp 3 M

0
610

ANAMBAS – SEJAK tahun 2012 silam, beberapa perusahaan penyedia makanan dan minuman (katering) untuk perusahaan Minyak dan Gas (Migas) tak membayar pajak. Walaupun, tahun ini perusahaan tersebut telah mulai membayar pajaknya dengan cara menyicil dari tahun 2012.

Tidak tanggung-tanggung, pajak yang terhutang sebesar Rp 3 miliar lebih.
Karena besarnya tunggakan pajak itu, perusahaan catering tersebut berjani akan melunasinya hingga tahun 2018 mendatang.

”Ini merupakan hasil kerja keras kita. Selama ini, susah sekali untuk memungut pajak perusahaan itu. Sebab, mereka beralasan kedudukan perusahaan di Jakarta. Namun, ketika ada pembahasan, pihak perusahaan tidak bisa mengelak dengan adanya aturan di wilayah Kabupaten Anambas,” ujar Azwandi, Kamis (21/9).

Baca Juga :  KPU Verifikasi Faktual Parpol

Azwandi menjelaskan, setelah dilakukan penghitungan sendiri oleh perusahaan tersebut dan besaran tunggakan pajaknya mencapai Rp 3 miliar lebih. Sebelumnya, pihaknya menerima surat dari salah satu perusahaan catering meminta diberikan keringanan seperti denda pajak dan menyicil pembayaran pajak sejak tahun 2012 lalu.

”Kita sudah sampaikan hal ini kepada Bupati, dan beliaulah yang mempunyai kebijakan dalam dispensasi denda. Tapi, kalau pajak, tetap mereka bayar walaupun dengan sistem dicicil,” jelas Azwandi.

Hal itu terungkap, ketika Bupati Abdul Haris saat mengikuti sidang Paripurna Perubahan APBD 2017. Saat itu, Bupati mengaku ada pajak terutang dari perusahaan catering yang beroperasi di wilayah Anambas dengan besaran Rp 3 miliar. Pajak terutang tersebut, masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  PTT Anambas Keberatan Jadi Anggota Koperasi

”Untuk sektor PAD ada pajak terutang, dari pihak perusahaan swasta sebesar Rp 3 miliar. Perusahaan berjanji akan tetap melunasi utang pajaknya, walaupun dengan mencicilnya,” katanya. Hingga kini, Pemkab Anambas terus berupaya untuk menggenjot PAD dari berbagai sektor. Upaya tersebut, salah satunya pajak dari sejak 2012 yang tidak bayar.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here