Perusahaan Perakit Motor Listrik Beroperasi di Batam

0
970

BATAM – Perusahaan asal Cina, PT Magnum Teknologi Indonesia investasi di Batam. Mereka memanfaatkan fasilitas izin investasi 3 jam (I23J) di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam di Sumatera Promotion Centre (SPC). Perusahaan yang akan mempekerjakan sekitar 50 orang tenaga kerja itu, menanamkan investasi awal sekitar Rp50 milar. Perusahaan ini nantinya, akan merakit sepeda motor listrik.

Pengurusan perizinan dengan memanfaatkan I23J dilakukan pihak perusahaan, dengan didampingi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, Kamis (10/8) di Batam. Mereka juga diterima Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami. Hanya saja, pihak investor enggan menjelaskan alasan mereka masuk ke Batam. ”Masuknya PMA baru ini, menunjukan Batam masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor,” kata Gusmardi.

Dijelaskan, PT Magnum Teknologi Indonesia, merupakan perusahaan asal Cina, yang menanamkan modal, Rp50 miliar. Dalam perjalanan pengoperasiannya nanti, perusahaan itu ditargetkan akan mengeksport USD7,5 juta per tahun. ”Mereka akan segera memulai produksi di kawasa industri Century Park, Batam,” bebernya.

Ke depan ditegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya, mendatangkan lebih banyak PMA, untuk berinvestasi di Batam. Diharapkan, dengan masuknya para investor itu, akan diikuti dengan peningkatan keahlian sumber daya manusia (SDM). Sehingga kedepan akan banyak industri yang akan berlaih ke teknologi tinggi Batam memiliki tenaga kerja yang sudah memiliki keahlian sesuai dengan industri tersebut. ”Masuknya investasi dengan tehnologi baru, harus diimbagi penguatan tenaga kerja yang bisa menyesuaikan keahliannya,” imbaunya.

Sementara Ketua Apindo Kepri, Cahya mengatakan, pihaknya sengaja mendatangkan investor asal Cina. Menurutnya, sepeda motor listrik dengan teknologi tinggi sangat tepat diproduksi dan digunakan masyarakat Batam. Alih teknologi tersebut menurutnya juga sudah lama di terapkan di Cina, sehingga Indonesia dinilai juga sudah waktunya menerapkan teknologi tersebut. ”Di Cina, semua sudah menggunakan sepeda motor listrik dan ini pas untuk Batam,” katanya.

Dijelaskan, walau teknologinya diadopsi dari Cina, tapi semua komponennya seluruhnya dari Indonesia. Diantaranya, ban akan didatangkan dari Medan. Sementara aki didatagkan dari Sidoarjo. ”Kalau ini, dampaknya di daerah lain juga, karena menggunakan bahan dari dalam negeri,” jelas Cahya.

Menurutnyan motor listrik trasportasi ramah lingkungan dengan biaya murah. Kendaraan ini sangat tepat digunakan para pekerja dan ibu rumah tangga. Kedepan diharapkan, pekerja di Batam juga akan mengguakan motor listrik. ”Biaya murah. Kalau dihitung bisa irit sampai Rp600 ribu perbulannya,” jelasnya.

Hasil produksi motor listrik itu diakui, akan dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian nantinya juga akan ada garansi sampai dua tahun serta akan ada bengkel khusus yang menangani maalah motor tersebut. ”Jadi tidak perlu khawatir, dulu motor listrik ini gagal di Indonesia karena tidak ada garansi. Kalau sekarang ada garansi dan langsung ada bengkel resminya,” imbuhnya mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here