Perwakilan BKKBN 34 Provinsi Kunjungi Dompak

0
456
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam meneteskan vitamin A kepada salah satu balita.

TANJUNGPINANG – Kampung Keluarga Berencana (KB) Dompak dijadwalkan akan dikunjungi perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dari 34 provinsi, Sabtu (22/6). Lokasinya berada diwilayah RW 003 yang terdiri dari 3 Rukun Tetangga (RT). Dengan luas kawasan kurang lebih 590 Hekatre.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam menuturkan, Kelurahan Dompak merupakan salah satu dari lima kawasan lain yang sudah terbentuk Kampung KB. Empat kawasan lainnya, Kampung Jawa, Kampung Bulang, Tanjungunggat dan Kampung Bugis.

Dituturkannya, berdiri 22 Oktober 2017 dimasa kepemimpinan Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah dan Wakil Walikota H Syahrul, sudah banyak program yang dilaksanakan.

Baca Juga :  Kepri Tak Terima Penghargaan Bandara Sehat

Yaitu mengembangkan PIK Remaja jalur masyarakat bekerja sama dengan lintas sektor berkaitan. Berupaya membangun remaja di sana aktif dan kreatif. Selain itu, memberantas buta hurif bagi masyarakat yang belum bisa membaca dan menulis serta lainnya.

Rustam menuturkan, tahun ini merencanakan beberapa pembangunan. Diantaranya, pembangunan Balai Penyuluhan Kampung KB senilai Rp200 juta sertasarana operasionalnya senilai Rp150 juta melalui DAK.

Selain itu, bantuan dana dari CSR Felipmas Batobo (Pertamina Riau) untuk pengembangan kelompok Tani Bunga Mawar di Kampung KB senilai Rp195 juta. Dana Kelurahan di RW 003 tersebut diplot Rp112,5 juta. Bantuan Rumah Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Pusat dengan jumlah 39 unit rumah serta bantuan CSR Pusat Lampu Tenaga Surya sebanyak 28 titik.

Baca Juga :  Ayah Tewas Dipukuli Anak Sendiri

Ia menambahkan, dalam mengembangkan kawasan itu beberapa OPD dan lembaga bekerjasama. Mulai dari Dinkes Tanjungpinang, Dinas Pertanian, Puskemas, Dinas Pendidikan mengani sosialisasi putus sekolah, Disdukcapil mengenai akta kelahiran serta Perkim mengenai bantuan perbaikan rumah tidak layak huni dan Komunitas Alim menata penghijauan.

Rustam menuturkan, awal mula menetapkan RW 003 sebagai Kampung KB karena berada di daerah pesisir dan perbatasan. Sesuai data yang dimiliki, banyak wanita usia muda yang sudah menikah dengan kepesertaan KB MKJP masih rendah. Hal ini didukung dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Kunjungi Sambau, Jalan dan Sekolah Jadi Catatan Isdianto

Ia menyebutkan, program Kampung KB prioritasnya yakni membatasi kelahiran. Selain itu, memberikan pemahaman kesehatan reproduksi dan pembatasan kelahiran, serta meningkatkan kualitas kehidupan dari segi sosial, kesehatan, dan ekonomi.

“Kita katakan kepada masyarakat bagaimana menjadi generasi berkualitas melalui pengasuhan yang baik, pendidikan yang baik. Masyarakat saat ini sudah mulai menyadari hal tersebut,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here