Pesantren Pun Diminta Siapkan SOP Protokol Kesehatan

0
195
BUPATI Bintan H Apri Sujadi memimpin rapat Forum Komunikasi Pondok Pesantren Bintan di Kantor Bapelitbang Bintan, kemarin.
Bupati Bintan Apri Sujadi meminta dunia pendidikan harus melakukan penyesuaian pola hidup baru. Tak hanya sekolah umum, pondok pesantren pun diminta menyiapkan SOP protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 pada saat tahun ajaran nanti.

BINTAN – BUPATI Bintan Apri Sujadi menyampaikan, untuk menghadapi tahun ajaran 2020-2021 nanti, semua sekolah mesti menyiapkan skema atau pedoman Standar Operasi Prosedur (SOP) protokol kesehatan. SOP ini disiapkan, jika pemerintah pusat membuat kebijakan anak-anak sudah bisa masuk sekolah seperti sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Rehab Lapangan Voli Sebong Lagoi Harus Sesuai RAB

Pedoman SOP protokol kesehatan untuk sekolah itu antara lain pemenuhan kelayakan sarana dan prasarana proses belajar mengajar, yang memenuhi standar protokol kesehatan. Baik ruang kelas yang memenuhi standar physical distancing, ruang karantina atau isolasi mandiri, asrama, penggunaan masker, wastafel portable, hand sanitizer, hingga MCK yang sesuai protokol kesehatan.

Selain sekolah umum seperti SD/MI dan SMP/ MTs, Apri Sujadi juga memberikan perhatian atas aktivitas bagi pondok pesantren yang ada di Bintan. Menurutnya, proses belajar mengajar di Ponpes juga harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Karena, Bintan memiliki banyak pondok pesantren. Ponpes ini memiliki andil besar dalam mencetak dan membentuk karakter anak muda yang cerdas, untuk kemajuan bangsa.

Baca Juga :  Jalan Berlubang Cuma Ditandai Kayu

”Jadi, perlu kita pikirkan bersama bagaimana teknis pelaksanaan belajar mengajar ini. Baik di sekolah maupun di pondok pesantren, saat pola hidup baru dijalankan nanti,” ujar Apri Sujadi saat memimpinrapat Forum KomunikasiPondok Pesantren Bintan di Kantor Bapelitbang Bintan, Jumat (12/6).

Saat santri tiba di pondok pesantren sampai dengan melakukan aktivitas belajar, harus berpedoman kepada protokol kesehatan. Mulai dari cuci tangan, pemakaian masker, menjaga jarak, dan tidak boleh bersalaman dengan pengasuh, serta aturan lainnya.

”Ada perbedaan mekanisme teknis SOP, dalam penerapannya. Namun ini harus kita buat dan kita rembuk bersama, agar bisa dijalankan nantinya,” demikian pesan Apri Sujadi. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here