Pesawat Amfibi Menunggu Keputusan Resor

0
582
INDAH: Pemandangan Pulau Bawah yang indah dari atas pesawat. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau akan terus mengawal usulan Kabupaten Anambas dan Natuna, untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata.

”Potensi keduanya baik itu Anambas dan Natuna untuk sektor pariwisata tidak diragukan dan bersyukur karena memiliki potensi itu,” ujar H Nurdin Basirun, Gubernur Kepri, kemarin. Nurdin mengatakan, Anambas harus didukung dengan aksesibilitas yakni penerbangan yang berskala internasional. Menurutnya, untuk membuka akses pariwisata perlu adanya penerbangan langsung ke Anambas.

Terkait keinginan ini, Pemprov Kepri sudah menyampaikan kepada pemerintah pusat. Ia pun berkeyakinan, adanya penerbangan internasional akan memberikan pengaruh yang besar bagi bangkitnya pariwisata di Anambas maupun Natuna.

”Pariwisata maritim merupakan potensi yang sangat menjanjikan. Baik itu di Natuna maupun Anambas,” paparnya. Ia menambahkan, untuk membangunan berbagai infrastruktur pendukung pariwisata tidak cukup dengan mengandalkan kemampuan daerah. Untuk itu, uapaya mengembangkan aksesibilitas penerbangan perlu didukung oleh peran pemerintah pusat.

Ia beralasan, baik Anambas dan Natuna sama-sama berapa di perbatasan terdepan Indonesia dengan negara Asean. Dengan adanya wisata Pulau Bawah, aksesibilitas pulau tersebut bisa mengandalkan pesawat amfibi.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri Tri Musa Yudha mengatakan, pesawat amfibi merupakan solusi tepat untuk penerbangan langsung ke lokasi wisata Pulau Bawah dan lainnya.

”Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah mengeluarkan izin. Yakni Pulau Bawah ditetapkan sebagai salah satu titik pendaratan pesawat jenis amfibi,” ujar Tri Musa Yudha, kemarin.

Ditambahkannya, dengan terbukanya akses diharapkan bisa menjadi magnet wisatawan manca negara untuk datang bertandang ke sana.
Adapun penerbangannya, adalah melalui Bandara Hang Nadim, Batam.

Kapan perencanaan tersebut dimulai, ia menjawab semua hal itu tergantung dari pengelola resor Pulau Bawah. ”Karena yang mengaju perizinan adalah pengelola Pulau Bawah. Sementara Kemenhub hanya mengeluarkan perizinannya saja,” jelasnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here