Pesawat dari Pulau Bawah Mendarat Darurat di Ocarina

0
1361
Pesawat jenis PK-OCK Aircraft type Twin Otter  mendarat darurat di Pantai Ocarina, Batam Centre, Sabtu (10/03/2018) sekitar pukul 14.00 

BATAM – Pesawat jenis ampibi, Air Fast Indonesia, mendarat darurat di wilayah laut Ocarina, Batam Centre, Sabtu (10/3) sekitar pukul 14.00 Wib. Pesawat itu terbang dari Pulau Bawah, Anambas tujuan Bandara Hang Nadim, Batam. Hanya saja, saat akan mendarat, landing gear mengalami kerusakan sehingga memilih mendarat di Ocarina, Batam Centre.

General Manager Bandara Hang Nadim, Suwarso yang ditemui di lokasi, menjelaskan jika pesawat itu dipilotin warga negara Polandia. Sementara co pilot, warga negara Indonesia.

Di dalam pesawat ada 10 orang, dengan delapan penumpang dan satu pilot dan co-pilot. Penumpang dari berbagai negara, diantaranya Amerika, Eropa, ada dari Afrika yang semuanya berkumpul di Singapura. Sebelum memilih mendarat darurat, pesawat sempat berputar-putar diwilayah udara dekat Hang Nadim.

Dijelaskannya, pilot dan co pilot sempat berusaha memperbaiki sistem elektroniknya diatas dari panel dipesawat. “Namun tidak bisa cepat. Sehingga mereka melaporkan ke pihak ATC Hang Nadim untuk melakukan pendaratan alternatif, karena pesawat ampibi bisa mendarat diair,” jelasnya.

Menurutnya, pilot menyampaikan ada dua alternatif. Kalau tidak Ocarina ke Marina, Sekupang. Tapi pilihannya ke Ocarina, karena ada teluk dan air cenderung tenang. Kalau ke Marina, takut ada ombak besar.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Penumpang terlihat shock dan ada yang mengalami luka di pelipis, namun tidak ada yang sampai luka parah. Menurut Suwarso, penumpang sudah balik ke Singapura. Ini merupakan penerbangan carteran Hang Nadim- Pulau Bawah sudah ada sejak dua bulan terakhir. Mereka mau melihat panorama bawah laut Anambas.

Sementara itu, guide konsultan ‎dari PT Pulau Bawah, Edi Sutrisono dilokasi pesawat mendarat, mengatakan jika mereka yang menyarter pesawat itu. “Kami hanya menyewa pesawat dari air fast. Tamu itu dari berbagai negara. Tapi mereka berangkat dari Singapura ke Batam. Penumpang yltadi sudah pulang ke Singapura,” imbuhnya.

‎Sementara Kapolres Barelang, Hengki menerima laporan bahwa penumpang tidak ada yang mengalami luka parah, sehingga tidak ada yang dirawat di Batam. “Sudah pulang semua. Memang pesawatnya bisa mendarat di air, jadi tidak ada masalah besar,” cetusnya.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here