Pesawat Ethiopia Airlines Dipaksa Mendarat

0
143
Ethiopia Airlines Boeing B.777F Cargo dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim, Senin (14/1). F-MARTUA/TANJUNGPINANG POS

BATAM – Pesawat jenis air bus, Ethiopia Airlines Boeing B.777F /ET-AVN, dipaksa mendarat di bandara Hang Nadim, Batam karena dinilai melanggar wilayah udara Indonesia.

Disebutkan jika pesawat itu dari Adis Ababa, Ethopia menuju Hongkong.

Pesawat tersebut dipaksa mendarat oleh pesawat tempur jenis F 16 dari Pangkalan TNI AU di Pekanbaru. Hingga berita ini dibuat, belum diketahuialasan utamanya karena masih diproses TNI.

General Manager Bandara Hang Nadim, Suwarso, Senin (14/1) mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dan mendarat 09.32 WIB. ‎

“Pesawat dari Adis Ababa ke Hongkong, itu memasuki wilayah udara Indonesia.‎ Dipaksa turun pesawat F-16 yang bermarkas di Pekanbaru,” katanya.

Menurut Suwarso, pesawat itu merupakan pesawat kargo Ethiopian di Batam. Hanya saja belum diketahui tujuan yang sebenarnyan hingga memasuki wilayah udara Indonesia. Demikian juga dengan isi pesawat. “Belum tahu isi pesawat kargo. Sekarang ditangani TNI AU,” bebernya.

‎Hingga saat ini diakui, Pesawat Ethiopian Cargo jenis Air Bus tersebut parkir di dekat tower Bandara Hang Nadim Batam. Ada empat kru dan pilot yang diperiksa TNI AU dari Danlanud Tanjungpinang dan Danlanud Pekan Baru.

Informasi yang diterima Tanjungpinang Pos, pesawat ETH3728 dicegat, karena masuk wiĺayah NKRI melalui Kosek 3. Kemudian dilakukan pelimpahan sasaran ke kosek 1 dan dilaksnakan force down di Bandara Hadim Batam.

Kejadian ini yang pertama di wilayah Kepri, pada tahun 2019 ini. Kejadian berlangsung, sehari sebelum para pejabat negara dari Jakarta akan ke Batam. Dijadwalkan, Selasa (15/1), Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani berkunjung ke Batam.‎

Kedatanganya ke Batam untuk melakukan konfrensi pers hasil penindakan BC Kepri dan BC Batam. Selain Sri Mulyani, juga direncanakan Kapolri Jendral Polisi M Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Ketua KPK RI Agus Raharjo. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here