Pesawat Ethiopian Diizinkan Tinggalkan Batam

0
422
Pesawat sebelum diberangkatkan meninggalkan Batam.F-Martua/Tanjungpinang pos

BATAM – ‎Pesawat Ethiopia Airlines tipe Boeing B777 registrasi ET-AVN, dipersilahkan meninggalkan Bandara Hang Nadim. Pesawat itu terbang menuju Singapore, setelah Flight Clearance (FC) dari Indonesia diterbitkan.

Berkas itu adalah akhir proses perizinan yang perlu dimiliki pesawat cargo dengan enam awak pesawat, untuk meninggalkan Batam.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso mengatakan, Kamis (17/1), pemberian izin terbang meninggalkan Indonesia diberikan, setelah instansi terkait mengadakan pertemuan di Bandara Hang Nadim. Selain Suwarso ada perwakilan tim investigasi Otban ll Medan, TNI-AU, GM Airnav, Imigrasi, Karantina, Bais, Kohanudnas Medan, Perwakilan Ethiopia dan Ground Handling.

Baca Juga :  Korsel Jajaki Kerjasama Pariwisata Batam

“Pesawat rencananya akan take off dari Bandara Internasional Hang Nadim sekitar pukul 15.05 WIB,” ungkap Suwarso.

Dituturkannya, semua proses administrasi atas pesawat tersebut juga sudah lengkap. “Yang penting pesawat bisa ke luar dulu, masalah sanksi itu tentu dari Kemenhub, kita belum tahu juga hasil pemeriksaannya, tapi izin terbangnya sudah ke luar,” sambungnya.

Suwarso menuturkan, maskapai yang terbang dari Ethiopia menuju Hongkong ini dipimpin oleh pilot asal Kanada, dan lima kru warga negara Ethiopia. Selama proses pemeriksaan ini, pesawat dengan tipe Boeing 777/ET-EVN ini tetap dikenai biaya sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Polda Ungkap Penyeludupan BBM Premium‎

“Adapun beberapa biaya yang dikenakan diantaranya adalah landing fee sebesar Rp 22 juta, biaya parkir pesawat sebesar Rp 5,1 juta untuk 12 jam, dan biaya rute Airnav,” ungkap dia.

Pesawat itu sendiri tertahan sejak 14 januari 2019 dibandara Hang Nadim Batam. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hengki Angkasawan mengatakan, FC yang terdiri atas Security Clearence, Diplomatic Clearance, dan Flight Approval.

“Itu dipenuhi, sehingga pesawat tipe Boeing B. 777 bisa meneruskan perjalanan menuju Singapura,” ujar Hengki.‎

Baca Juga :  Telkom Bantu Rp1 Miliar Modal Usaha ke 25 UMKM

Sementara untuk sanksi atas dugaan pelanggaran yang dilakukan dari Kemenhub tidak ada. Setelah proses pemeriksaan yang dijalani.

“Sementara untuk administrasi ketika pesawat berada di bandara Batam tetap akan dibayarkan,” imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here