Peserta Audisi Liga Dangdut Membeludak

0
299
Ratusan peserta audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 untuk wilayah provinsi Kepri saat menunggu panggilan mengikuti audisi di gedung Gonggong Tepilaut, Tanjungpinang, Minggu (7/10). f-raymon/tanjungpinang pos

Peserta audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 Indosiar untuk wilayah Provinsi Kepri di gelar di Gedung Gonggong, Tanjungpinang, Minggu (7/10). Pesertanya membeludak.

TANJUNGPINANG – Diikuti 200 lebih peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kepri. Ajang pencarian bakat terbaru dan terbesar di Indonesia ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat penyanyi dangdut dari 34 Provinsi, termasuk dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Selain mencari penyanyi terbaik, bagi yang lolos mewakili Kepri di Liga Dangdut tersebut, para peserta juga bisa mempromosikan kuliner unggulan daerah.

Production Manager Indosiar, Yoni Sauhandoko mengatakan, dari sekitar 200 orang lebih peserta audisi di Kepri yang menunjukkan kemampuannya di depan juri.

Nanti, kira-kira 10 sampai 15 orang yang terbaik dari hasil audisi di Tanjungpinang, nantinya akan di bawa ke Jakara. Mereka akan mengikuti audisi lagi di depan para juri-juri dan manajemen di Jakarta.

”Setelah audisi di Jakarta, hanya satu orang saja terpilih yang mewakili setiap provinsi, termasuk mewakili Kepri,” katanya.

Yudo menyebutkan, para pemenang dari setiap provinsi akan di umumkan pada Januari 2019 mendatang, itu dikarenakan pihaknya harus mengumpulkan semua pemenang dari setiap provinsi.

Ia tidak mau bagi peserta yang menang dahulu menyiapkan diri mereka, namun pada pemenang dari provinsi lain baru melakukan seleksi di bulan Desember. ”Kita tidak mau ada yang merasa tidak adil di antara para peserta LIDA 2 ini,” sebutnya.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan LIDA pertama dengan LIDA 2 ini lebih banyak meningkat.

Hingga sekarang ada 200 orang lebih yang sudah mendaftar untuk mengikuti LIDA 2. Lanjutnya, kalau di LIDA pertama itu setiap provinsi mengirimkan lima orang terbaik untuk ditandingkan di LIDA kemudian dipilih berdasarkan dengan Short Message Service (SMS) dan mendapatkan satu pemenang.

Namun, sekarang di LIDA 2 ini kita mengambil setiap provinsi hanya satu orang yang terbaik saja untuk langsung di tandingkan di LIDA 2.

”Yang kita ambil ini benar-benar orang terbaik dari setiap provinsi bukan berdasarkan SMS melainkan dari skil yang mereka punya,” jelasnya.

Menurutnya, kita tidak mau yang terbaik kalah dengan SMS mau siapapun dia baik anak petani atau siapaun dia yang kita cari yang mempunyai skil. ”Kita benar-benar mencari anak daerah yang terbaik ” ujarnya. (RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here