Peserta JKN KIS APBD Pemko akan Diverfikasi

0
450
Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma pimpin rapat koordinasi terkait peserta BPJS Kesehatan Tanjungpinang, belum lama ini.

TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang Hj Rahma menuturkan, akan melakukan verfikasi data terkait peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD Pemko Tanjungpinang.

Sesuai data yang dimilikinya, peserta yang iurannya dari Pemko sebanyak 19.500 orang. Informasinya, sekitar 200 diantaranya kini sudah tidak tinggal di Tanjungpinang atau meninggal dunia namun iurannya masih dibayarkan.

Hj Rahma mengakui, belum seluruh masyarakat Tanjungpinang memiliki kartu JKN KIS yang dikelola BPJS Kesehatan. Bahkan banyak masyarakat mengeluh dan terpaksa berurusan dengan administrasi rumah sakit karena tak mampu membayar tagihan.

Data yang dimiliki, per 1 Juni 2019, total kepesertaan JKN-KIS di Kota Tanjungpinang sejumlah 179.888 peserta dari jumlah penduduk 217.284 atau sebanyak 82 persen. Ini artinya masih 18 persen masyarakat Tanjungpinang belum memiliki jaminan kesehatan program pemerintah.

“Persoalan pelayanan medis masih banyak, dengan berbagai kategori,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Banyaknya PJU yang Padam

Diantaranya pasien belum memiliki kartu JKN-KIS atau iurannya dari segmen mandiri yang menunggak. Sesuai data yang dimiliki sekitar 23.101 peserta menunggak, ini pun menjadi persoalan yang terkadang melibatkan pemerintah daerah.

Apalagi kini, BPJS Kesehatan selaku pengelola menerapkan kebijakan, tidak ada lagi pembuatan kartu JKN-KIS siap satu hari melalui rekomendasi Dinas Sosial (Dinsos).

Kebijakan ini, menurut Hj Rahma juga berpengaruh kepada pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya tidak mampu. Sebab, secara prosedur, kartu JNK-KIS bisa aktif 14 hari kemudian setelah mendaftar.

Ia menuturkan, bila masyarakat sakit, maka tagihan berjalan ditanggung pribadi. “Pelayanan medis berjalan menjadi tanggung jawab pasien menunggu kartunya aktif. Ini menjadi persoalan khususnya kalangan tidak mampu,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Hal-hal seperti ini pun perlu diminimalisir agar kedepannya semua pelayanan bisa diakses dengan mudah dan nyaman.

Baca Juga :  Satu Jam, 22 Kendaraan Ditilang

Ia menuturkan, mengatasi masalah ini, Pemko Tanjungpinang melalui Dinkes memiliki anggaran dana pemeliharaan khusus pasien tidak mampu.

“Kami tetap memperhatikan masyarakat tidak mampu, jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat wajib. Dana pemeliharaan ada meng-cover persoalan seperti ini, di luar hal lainnya,” ucapnya.

Dituturkannya, ada juga persoalan lain, yaitu pasien menunggak iuran. Ini pun sering menjadi keluhan yang perlu disikapi dan ditangani, khususnya kalangan tidak mampu.

Ia menyebutkan, peserta JKN KIS sebanyak 179.888 orang terdiri dari beberapa segmen. Diantaranya, 40.524 peserta dari segmen PBI APBN. Selain itu, 19.505 merupakan peserta dari segmen PBI APBD. Serta 61.259 peserta dari Pekerja Penerima Upah (PPU), 52.029 merupakan peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) serta 6.571 adalah peserta dari segmen bukan pekerja.

Pemprov akan Bantu 10.000 Peserta

Baca Juga :  Sabar Cari OPD Pekerja Keras

Ia menuturkan, ada wancana Pemerintah Provinsi Kepri akan membantu membayar iuran 10.000 peserta. Diprioritaskan dari kalangan tidak mampu.

“Ini pun perlu diverfikasi, mana tahu yang menunggak merupakan warga tidak mampu agar di cover melalui APBD Kota Tanjungpinang maupun Provinsi Kepri nantinya,” tuturnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Agung Utama menyampaikan persoalan ini sering di bahas dalam pertemuan rutin dilaksanakan. Ini upaya meningkatkan koordinasi dengan mitra kerja serta seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS di Kota Tanjungpinang.

“Kami memiliki forum yang diharapkan mempermudah komunikasi antar instansi terkait permasalahan dalam penyelenggaraan program serta dapat menyamakan persepsi dari seluruh pemangku kepentingan terkait program JKN-KIS,” tutur Agung. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here