Petani Dapat Bantuan 10 Unit Traktor Tangan

0
284
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun saat ikut panen padi di Karimun beberapa waktu lalu. f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Pemprov Kepri memberi perhatian untuk kalangan petani dengan menyediakan anggaran bantuan tahun 2019. Bantuan ini nantinya diharapkan bisa menunjang peningkatan produksi petani.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Pemprov Kepri, Ahmad Izhar mengatakan, belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat (petani)/pihak ketiga sudah disahkan di APBD Kepri 2019.

Adapun bantuan-bantuan tersebut yang akan diadakan tahun ini yakni, peralatan dan mesin pertanian dan belanja pengadaan bantuan peralatan dan mesin pertanian yakni, belanja pengadaan bantuan pikap (roda 4).

Belanja pengadaan bantuan kendaraan bermotor (2 unit) belanja pengadaan bantuan rice transplanter (2 unit). Pengadaan hand tractor (4 unit). Pengadan culticator (2 unit). Pengadaan pompa air atau mesin siput (2 unit).

Kemudian, pengadaan pipanisasi (2 unit). Pengadaam pembuatan bak penampungan (2 unit). Pengadaan bantuan hand spayer (10 unit). Pengadan tangki air 5.000 liter (12 unit). Pengadaan combine harvester (1 unit). Pengadaan bantuan mesin pemipil jagung (3 unit) dan pengadaan power thresher (1 unit).

Ahmad Izhar mengatakan, bantuan akan diberikan kepada kelompok nelayan yang memang sudah terdaftar serta benar-benar petani. Bantuan itu nantinya diberikan sepanjang tahun ini di beberapa daerah di Kepri.

Bantuan itu merupakan fasilitas penunjang untuk memudahkan petani mengerjakan kebun dan persawahan mereka dengan harapan, hasil pertanian dari Kepri bisa meningkat.

Memang, kata dia, produksi pertanian di Kepri sama sekali belum bisa menutupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, lahan yang ada harus dimaksimalkan untuk mengurangi ketergantungan pada daerah lain.

Saat ini, petani Kepri sudah mulai memproduksi padi meski jumlahnya sekitar 1.500 ton beras setahun dan hanya memenuhi 0,2 persen dari kebutuhan warga Kepri setahun.

Produksi sayuran petani juga belum memenuhi kebutuhan warga Kepri dan masih banyak didatangkan dari Medan Sumut, Jawa hingga Sumbar.

Salah satu produksi pertanian yang sudah ekspor adalah nenas dari Karimun dan pisang. Produksi nenas dan pisang daerah ini pun diminta untuk ditingkatkan terus karena sudah ada pasar ekspornya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, meski Kepri bukan daerah pertanian, namun lahan yang ada harus dimaksimalkan. Jika memang lokasi itu cocok untuk pertanian maka kembangkan dengan maksimal.

Kata Nurdin, Kepri harus mulai bisa menghasilkan sendiri bahan-bahan pokok kebutuhan masyarakat, sehingga bisa mandiri dan menikmati hasilnya. Hal tersebut akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Demikian juga dengan produksi beras di Kepri, meski belum mencukupi, namun bisa menurunkan harga beras mengingat biaya transportasinya sedikit dibandingkan mendatangkan beras dari luar Kepri. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here