Petani Karet Dapat Lahan 21 Hektare dari Pemkab

0
739
LAHAN: Dinas Pertanian akan anggaran 21 Hektar Lahan Karet F-/TANJUNGPINANGPOS

NATUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna melalui Dinas Pertanian tahun ini hanya menganggarkan 21 hektare kebun karet kepada petani di dua kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian Muharta Windra mengatakan, jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan pada tahun sebelumnya.

”Kemampuan Pemkab tahun ini untuk program perkebunan masih terbatas. Jadi realisasi yang diadakan tahun ini jauh menurun dari sebelumnya,” ujar Muharta, Selasa (4/4) kepaa Tanjungpinang Pos.

Ia menjelaskan, selain lahan untuk perkebunan karet, pemerintah kabupaten Natuna juga hanya mampu menyediakan sebanyak 9.996 bibit karet untuk pertanian.

Jumlah itu, menurutnya akan dihibahkan kepada petani di dua kecamatan. maisng-masing untuk pertani yang ada di kecamatan Bunguran Timur 9 hektare dan untuk petani di Kecamatan Bunguran Tengah 12 hektare.

”Untuk Bunguran Timur persisnya untuk kelurahan Bandarsyah. Sedangkan Bunguran Tengah persisnya di Desa Harapan Jaya 4 hektare, Desa Tapau 4 hektare dan Desa Air Lengit 4 hektare,” jelasnya.

Menurutnya, usulan bantuan program bibit karet terus berdatangan dari berbagai desa di Kabupaten Natuna.

Ia menambahkan, jika pemerintah mampu dari sisi anggaran, maka tahun depan diperkirakan untuk bantuan bibit karet akan diperbanyak dan diperluas di beberapa desa. Selain itu, poeneyrahan bantuan juga berdasarkan pednataan dan skala perioritas.

”Semua tergantung dari pengambilan kebijakan. Jika ekonomi kerakyatan menjadi konsentrasi ke depannya, maka anggaran untuk bidang ini harus ditingkatkan lagi. Semoga setiap tahun semakin meningkat agar pertanian di kabupaten Natuna semakin bajud an bisa membantu mensejahterakan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi warga akan semakin membaik,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengaku, pemerintah masih terfokus pada percepatan pembangunan Natuna dalam hal ini infrastruktur dasar.

Hal itu yang membuat sektor pertanian kurang maksimal. Menurutnya dengan perbaikans ektor infrastruktur akan semakin mempercepat menumbuhkan berbagai sektor.

”Betul, anggaran untuk ekonomi kerakyatan khususnya di bidang perkebunan masih sangat minim. Kita sudah ingatkan pak bupati supaya hal ini bisa diprioritaskan selain dari pada pendidikan dan kesehatan,” katanya.(HERDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here