Petani Sulit Dapatkan Pupuk Non Subsidi

0
957
Tengku Fauzan Tambusai

NATUNA – Kepala Dinas Pertanian Natuna Tengku Fauzan Tambusai menegaskan, keberadaan pupuk subsidi dinilai mampu menekan biaya produksi pangan di Natuna. Hanya saja, kuota pupuk subsidi untuk Natuna masih sedikit.

Ia menyebutkan, dari 300 ton pupuk subsidi untuk wilayah Kepri. Kabupaten Natuna hanya mendapat bagian 25 ton. Jumlah ini tidak cukup, untuk mencukupi kebutuhan pupuk petani yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Natuna.

”Kita cuma bisa dapat 25 ton, itu pun hanya untuk seputaran Kota Ranai dan sekitarnya. Bagaimana dengan wilayah kepulauan, di sana juga banyak petani,” kata Fauzan, kemarin.

Baca Juga :  Segel Satpol Dirusak, Sanksinya Tak Ada

Tingginya harga sayur mayur dan produksi pangan lainnya di Natuna, karena dipengaruhi oleh harga pupuk non subsidi yang saat ini cukup tinggi.

”Keberadaan pupuk subsidi dianggap mampu menekan tingginya harga sayur di daerah ini. Namun, persoalannya petani tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi sesuai kebutuhan. Sebab, kuota untuk Natuna masih terbatas. Kita sudah usulkan, agar ke depannya kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Natuna ditambah lagi dari 25 ton yang ada saat ini,” sebut Tengku Fauzan.

Jumah (46), seorang petani sayur dan palawija di Bunguran Tengah mengatakan, harga pupuk non subsidi cukup tinggi. Ia menyebutkan, dalam satu karung ukuran 50 kilogram jenis MPK seharga Rp 500 ribu bahkan lebih.

Baca Juga :  Warga Minta Listrik 24 Jam

”Sangat berbeda, harga pupuk subsidi jauh lebih murah. Bahkan, selisihnya bisa 60 persen sendiri dengan pupuk non subsidi,” ungkapnya.

Ia dan petani lainnya berharap, pemerintah bisa menyediakan pupuk subsidi jauh lebih banyak dari sebelumnya. Jika ini terpenuhi, dipastikan kesejahteraan petani juga meningkat. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here