PGN Kurangi Gas ke PLN dan Industri

0
151
Teknisi PT Transgasindo, anak perusahaan PT PGN Tbk, memantau aktivitas gas di Pulau Pemping, Kamis (27/10). f-martua/tanjungpinang pos

Perusahaan Gas Negara (PGN) akan mengurangi distribusi gas ke PLN Batam dan industri di Batam. Pengurangan gas itu terjadi karena Conoco Philips Grisik, melakukan pemeliharaan sumur.

BATAM – Kondisi itu akan menyebabkan distribusi gas ke Batam akan turun. Kondisi itu akan memaksa PLN Batam melakukan efisiensi daya sekaligus memaksimalkan pembangkit batubara dan diesel.

Demikian, Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara Batam, Amin Hidayat, Jumat (26/10) mengatakan, PGN telah melakukan langkah-langkah antisipasi selama dua hari masa pemeliharaan sumur gas. ”Kalau pengurangan sekitar 60 persen dari sumur. Tapi didistribusi ke pelanggan tidak sampai segitu penurunan. Karena PGN melalui anak perusahaan, melakukan optimalisasi sistem gas,” bebernya.

Tidak hanya distribusi ke PLN yang mereka optimalisasi dengan distribusi gas yang defisit. Langkah sama juga mereka lakukan untuk distribusi gas ke sektor industri. ”Paling terdampak, kawasan industri, namun tetap bisa berjalan (beroperasi) optimum. Mereka bisa berjalan, tapi ada pengurangan,” jelas Amin.

Dijelaskan, PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) melakukan maintenance sumur, secara rutin. Pemeliharaan dilakukan untuk beberapa sumur yang ada di wilayah kerja Sumatra Selatan. Pemeliharaan tersebut berakibat sumur tidak bisa melakukan proses produksi.

”Kita optimalisasi line pack sehingga dapat meminimalisir dampak dari berhentinya proses produksi sumur dua hari,” ujarnya.

Walau ada pemeliharaan, kebutuhan gas untuk wilayah Batam tetap tercukupi dengan tetap menyalurkan gas untuk pembangkit listrik, industri, pelanggan komersil dan rumah tangga. ”Kita melakukan sistem kuota sehingga seluruh pelanggan dapat tetap beroperasi” ucap Amin.

”Alhamdullilah berkat kerjasama yang baik dengan semua pihak maka PGN mampu menyalurkan gas di Batam secara aman terkendali,” ungkap Amin Hidayat.

Amin menuturkan kemampuan pemenuhan kebutuhan gas di wilayah Batam tersebut berkat koordinasi yang baik antara PGN dengan seluruh pihak terkait yaitu ConocoPhillips Grissik, Transporter (PT TGI) dan seluruh Pelanggan Gas yang ada di Batam.

Kegiatan pemeliharaan paling krusial terjadi pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2018. Meskipun pasokan gas berada pada kondisi yang sangat minim, namun penyaluran gas ke pembangkit listrik dan konsumen gas lainnya pada tanggal tersebut masih dapat disupplai dengan sistem kuota sehingga keberlangsungan operasi semua konsumen PGN dapat terus berjalan.

Menurut Amin, kegiatan perawatan (maintenance) peralatan merupakan sesuatu yang lumrah terjadi sama seperti perawatan berkala kendaraan tiap kilometer tertentu. Perawatan peralatan baik di hulu maupun hilir adalah sesuatu yang dilakukan secara periodik dan hampir pasti terjadi setiap tahunnya. Setiap tahun dipastikan akan ada kegiatan perawatan, dan selalu dilaporkan kepada pihak regulator.

”Terhadap adanya rencana pemeliharaan sumur ConocoPhillips Grissik yang berakibat terjadinya potensi penurunan pasokan gas, PGN sudah melakukan sosialisasi jauh hari sebelum pelaksanaan. Tujuannya agar semua konsumen konsumen gas dapat mempersiapkan diri,” kata Amin.

Manager of Public Relation PGN, Bukti Panggabean mengaku, pihaknya sudah mengantisipasi. ”Kita maksimalkan pembangkit kita yang sudah ada. Kita optimalkan pembangkit diesel kita, semua kita optimalkan,” kata dia.

Walau diakui, biaya operasional mereka, pasti lebih mahal dengan menggunakan solar. Berapa selisih biaya operasional yang harus dikeluarkan dengan diesel. Bukti mengaku belum menghitung. ”Tapi pasti lebih mahal. Yang pasti, biaya lebih tinggi dari sebelumnya,” beber dia.

Sementara terkait pengaruh ke daya listrik, diakui berdampak pada penurunam daya sekitar 10 sampai 26 MW. ”Berkurang sekitar 26 MW. Sekarang daya sekitar 440 MW, jadi nanti jadi 390 MW atau turun 6 persen. Masih kita upayakan agar konsumsi masyarakat tercukupi,” imbuh Bukti.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here