PGRI Keluarkan Tiga Maklumat

0
619
GURU: Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah berfoto dengan para guru di Tepilaut usai perayaan HUT ke-72 PGRI, Sabtu (26/11) lalu. f-istimewa/humas pemko tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Pada HUT ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional 2017, pengurus PGRI mengeluarkan tiga maklumat. Ketua PGRI Provinsi Kepri, Dadang AG mengatakan, tiga poin penting yang disampaikan PGRI adalah pertama, keberadaan guru honor untuk menutupi kekurangan guru harus diperhatikan. PGRI meminta agar guru-guru honor yang sudah bersama selama ini jangan diabaikan. Melainkan harus diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kedua, sampai saat ini masih banyak guru yang yang bermasalah dengan hukum. Dari PGRI hanya bisa memberikan perlindungan hukum terbatas. Karena itu, PGRI mendesak pemerintah dan DPR RI untuk mengesahkan UU tentang Perlindungan Profesi Guru. Masih banyak guru-guru saat melaksanakan tugas profesinya untuk mencerdaskan anak bangsa, justru berhadapan dengan UU Perlindungan Anak dan UU Perlindungan HAM.

Sebenarnya, kata dia, sudah ada UU No.20 tahun 2015 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun, saat ada pengaduan-pengaduan yang melibatkan guru, aparat penegak hukum menggunakan UU Perlindungan Anak dan UU HAM. Karena itu, PGRI meminta agar ada undang-undang khusus lagi yang melindungi profesi guru.

Ketiga, guru-guru dan kepala sekolah tahun-tahun terakhir ini harap-harap cemas untuk meningkakan mutu karena dihadapkan dengan tim saber pungli. Apapun pungutan yang dilakukan sekolah ke orangtua walaupun sudah disetujui sebagian besar orangtua melalui komite sekolah dan peruntukannya juga untuk meningkatkan mutu pendidikan, itu tetap diangap pungli.

”Kita minta Tim Saber Pungli memberikan penyuluhan dan fungsi intelijen serta pencegahan. Kan ada beberapa fungsi itu di Tim Saber Pungli. Kita minta fungsi ini dikedepankan agar guru-guru kita tak cemas. Sehingga, saat ada pungutan, mereka bisa mengetahui seperti apa yang disebut pungutan liar,” ujar Dadang kepada Tanjungpinang Pos, Senin (27/11).

Dengan penyuluhan dari Tim Saber Pungli, guru dan sekolah sudah ada laluan. Dan pungutan yang dilakukan itu tujuannya hanya untuk pengembangan mutu pendidikan. Itu pun jadi ancaman bagi guru dan pihak sekolah.

Dadang yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang ini mengatakan, untuk Kepri, HUT PGRI dilakukan di Bintan dan Batam yang dihadiri ketua umum dan sekjend. Senin (27/11) kemarin, sekolah-sekolah di Tanjungpinang menggelar upacara disejanlankan dengan upacara HUT PGRI sempena Hari Guru Nasional.

Diawali Jalan Santai
Ribuan guru dan siswa siswi SD, SMP, SMA dan SMK se-Kota Tanjungpinang memadati pelataran Taman Laman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang, Sabtu (25/11). Berkumpulnya ribuan guru dan pelajar ini, untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2017.

Peringatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota, H.Syahrul, Ketua PGRI Provinsi Kepri, Drs. HZ Dadang, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI, Ketua PGRI Kota Tanjungpinang, Encik, dan Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni.

Acara HUT PGRI diawali dengan gerak jalan santai mengelilingi kawasan tepi laut dan kembali di Pelataran Gedung Gonggong, disambut dengan panggung hiburan yang ditampilkan oleh guru dan peserta didik, serta berbagai macam hadiah dan doorprize menarik.

Wali Kota Lis Darmansyah mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru-guru dan tenaga kependidikan Kota Tanjungpinang dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

”Selamat memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-72. Guru… hidup, PGRI… hidup, Solidaritas… yes!! Wali Kota menyerukan yel-yel PGRI yang dijawab dengan semangat oleh para guru.

Lis menuturkan, tahun ini adalah masa akhir jabatannya sebagai wali kota. Tanggal 16 Januari 2018, ia dan Syahrul akan pensiun. Selama kepemimpinan mereka, tentu masih banyak kekurangan.

Namun mereka terus berupaya untuk melakukan pembenahan dan peningkatan di segala bidang, terutama dari sisi kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kota Tanjungpinang.

”Meski kondisi keuangan daerah melemah, tetapi kami terus berusaha mencari jalan lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak ada dana dari APBD, kita coba ke provinsi dan pemerintah pusat. Alhamdulillah, secara bertahap, kita bisa meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Tanjungpinang,” ucapnya

Pada kesempatan ini, wali kota menjawab beberapa catatan yang diajukan oleh Ketua PGRI Provinsi Kepri. Ia menjelaskan, seperti terkait tryout yang ingin dilaksanakan di luar jam sekolah, masalah ini sudah dibahas dan diselesaikan. (mas/humas pemko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here