PHRI Kecewa Atas Larangan Perayaan Valentine

0
277
Bambang Maryanto

TANJUNGPINANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tanjungpinang merasa kecewa atas adanya larangan, tidak diperbolehkan membuat kegiatan maupun acara perayaan valentine atau hari kasih sayang di hotel.

Larangan ini langsung disampaikan oleh sekelompok orang di Tanjungpinang.

”Saya tidak tahu siapa. Intinya, sekelompok orang datang ke kita (pihak hotel, red). Lalu, menyampaikan, bahwa tidak diperbolehkan membuat kegiatan maupaun acara apapun terkait perayaan valentine di hotel,” kata salah seorang pegawai hotel yang enggan dituliskan namanya di koran Tanjungpinang Pos, Selasa (5/2).

Dirinya mempertanyakan terkait larangan tersebut. Pasalnya, larangan yang disampaikan tidak memiliki dasar yang jelas.

”Tak ada surat edaran atau imbauan yang kita terima. Mereka datang dan langsung sampaikan ke kita,” ucapnya. Larangan ini, kata dia, baru pertama kali diterima manajemen hotel tempatnya bekerja. Karena selama ini, pihaknya selalu membuat event hari kasih sayang di hotel.

Perayaan yang biasanya dilakukan pada 14 Februari, tidaklah vulgar maupun mengandung pornografi. Karena kegiatan yang dibuat, hanya menikmati makan malam sambil mendengarkan alunan lagu romantis serta menikmati suasana di hotel.

”Sebelum pergantian tahun, kita saja dilarang tidak membakar petasan dan kembang api di hotel. Entah kenapa,” terangnya.

Padahal, lanjut dia, perayaan yang dilakukan oleh pihaknya, hanya semata salah satu pelayanan lebih yang diberikan pihak hotel terhadap para tamu yang datang hingga menginap di hotel saja.

”Kalau begini ceritanya, sepilah pengunjung hotel. Karena, apa-apa dilarang,” sebut dia.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Tanjungpinang, Alexander Ang mengatakan, dirinya merasa kecewa dan turut prihatin adanya larangan, yang disampaikan dari sekelompok masyarakat ke masing-masing hotel. Karena sudah mengganggu kunjungan pariwisata di Kota Tanjungpinang khususnya menginap di hotel berada di Ibukota Provinsi Kepri.

”Jangan terlalu begitu lah. Memang kegiatan yang kami buat mengganggu ketertiban umum. Ini perayaan happy saja,” tegas Alexander Ang.

Kalau sudah seperti ini, kata Alexander, makin sepilah kunjungan tamu hotel di Kota Tanjungpinang. Karena kegiatan maupun event yang dibuat pihak hotel, salah satu daya tarik tamu untuk datang hingga menginap di hotel, telah dilarang.

Sebelumnya, kata dia, pihak hotel sudah pernah dilarang dari pemerintah untuk tidak membakar hingga memainkan kembang api serta petasan di hotel-hotel. Sekarang, event maupun kegiatan hari kasih sayang dilarang dirayakan di hotel-hotel.

”Kenapa di Pinang begitu ya. Sedangkan di Batam saja tidak seperti itu. Di Batam happy-happy saja,” tegas dia sambil bertanya.

Dirinya yakin, tingkat kunjungan hotel bakal mengalami sepi hingga penurunan. Selain dilarang, harga tiket penerbangan mengalami kenaikan.

Kemudian, pihak maskapai penerbangan telah berlakukan tarif bagasi penumpang.

”Tak tahu lagi mau buat apa kita di hotel,” sebut dia dengan nada pasrah.

Ditempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang Tanjungpinang, Drs H Erman Zaruddin mengatakan, dirinya tidak mengetahui terkait adanya larangan pihak hotel membuat kegiatan maupun acara pada perayaan hari kasih sayang pada 14 Februari 2019 nanti.

”Saya tidak tahu,” sebut Erman.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang, Bambang Maryanto mengatakan, juga pihaknya tidak mengetahui adanya larangan tidak membuat kegiatan maupun acara pada perayaan valentine, yang disampaikan sekelompak masyarakat ke pihak hotel berada di Kota tanjungpinang.

”Kita dari MUI tidak pernah melakukan itu. Apa lagi mengeluarkan surat edaran. Kita hanya mengimbau kepada masyarakat saja melalui dakwah-dakwah di masjid-masjid,” sebut Bambang. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here